Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Etos Kerja, Pasar, dan Masjid

No. 1, Volume 1, Tahun 2013

Studi sosiologi-ekonomi di dalam buku ini memang relatif baru untuk konteks Indonesia. Studi ilmiah fenomena kehidupan sosial-ekonomi salah satu etnis lokal di Sulawesi Tenggara, orang-orang Gu-Lakudo, yang dianggap cukup berhasil membangun dan mengembangkan usaha ekonomi perdagangan berpadu dengan ketaatan menjalankan ajaran agama (Islam), yang ada di dalam buku ini menarik untuk disimak secara kritis.

 Singgungan pemikiran keagamaan tersebut tidak harus “terperangkap” dalam kontekstualisasi ajaran agama bersifat normatif-teologis, melainkan lebih berorientasi pada pengembangan pemikiran sosial-keagamaan yang berfungsi sebagai alat analisis dalam menangkap denyut realitas sosial kemasyarakatan, baik terkait kehidupan orang Gu-Lakudo maupun etnis lain di Indonesia, yang mengintegrasikan  aktivitas ekonomi perdagangan bersifat keduniaan dengan ketaatan mengamalkan ajaran agama berorientasi keakhiratan.

Walau studi sosiologi-ekonomi ini memiliki kesamaan dengan yang dilakukan Max Weber yang analisisnya dikaitkan dengan tindakan rasional ekonomi para penganut Protestan, khususnya “mazhab” Calvinis, sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-20 di Eropa, sehingga menjadi spirit kuat dalam perkembangan kapitalisme industrial masyarakat Barat, namun buku ini berbeda, yakni pada pijakan pada kontruksi pemikirannya yang menyatakan bahwa aktivitas ekonomi merupakan bagian integral dari ajaran agama untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Dengan demikian, studi ini mencoba menggali “sistem nilai dasar” bersifat substansial bersumber pada konsep ajaran normatif-teologis keagamaan (Islam).