Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Cita-cita Kesatuan, Bahasa dan Kebangsaan: Melawat ke Kongres Pemuda Pertama Setelah Delapan Puluh Lima Tahun

Daniel Dhakidae

Bila menyebut kongres pemuda, perhatian publik umumnya diarahkan pada Kongres Pemuda 1928. Bisa dipahami, kongres itu menghasilkan rumusan “ajaib”: “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa” mirip sound-bytes komunikasi modern. Namun, dasar yang kokoh telah diletakkan pada “Kongres Pemuda Pertama”1926 yang berhasil gilang-gemilang. Kongres tersebut sangat jarang diingat publik. Tulisan ini melacak bagaimana kongres 1926 dirancang, dan terutama dasar pemikirannya yang diteruskan ke kongres pemuda 1928. Sinisme terhadap bahasa Belanda, yang menjadi bahasa kongres, mungkin menjadikan kongres penting ini jarang masuk ke dalam kesadaran publik.

 

Kata Kunci : None