Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Dari Ende ke Arab Saudi*

Goenawan Mohamad

 

Selama masa pembuangan di Ende, Flores (1934-1938), Soekarno bayak menulis artikel dan surat-surat tentang hukum, sejarah, dan peran Islam. Di tempat itu pula, Soekarno, yang bukan pemikir Islam, menemukan pengalaman “baru” bahwa agama bukan sebuah ruang yang terkunci rapat, melainkan sesuatu yang hidup di arena pergulatan dan perubahan sosial. Semangat anti-kolonialisme bertaut dengan keyakinan akan modernitas dan pandangan sejarah yang marxistis agaknya melekat dalam diri Soekarno yang, di sisi lain, menganggap Islam akan terus ada bukan karena ditakdirkan abadi, melainkan karena ia memang berharga. “Harga” itu terletak dalam perannya menggerakkan orang banyak untuk menumbangkan ketidakadilan.

 

Kata Kunci : None