Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Dari Senjata Ke Kotak Suara

M. Rizwan Haji Ali
Nezar Patria

Setelah perjanjian damai Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, Aceh memasuki sejarah politik baru. Perjanjian itu relatif berhasil karena menghasilkan kesepakatan “win-win.” Gerakan Aceh Merdeka berhenti mengangkat senjata dan berjuang lewat jalur politik demokratis, sementara Pemerintah Republik Indonesia mendapat jaminan gagasan memisahkan diri tak lagi muncul dari provinsi paling barat Indonesia itu.

 

Kata Kunci : Dari Senjata ke Kotak Suara, Peralihan Gerakan Aceh Merdeka ke Politik Elektoral