Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Pancasila, Soekarno, dan Orde Baru

Cornelis Lay

 

Tulisan ini membahas gagasan Pancasila Bung Karno pada aras politik wacana sebagai bentuk interaksi politis yang menempatkan Pancasila sebagai warisan “historis.” Proyek-proyek politik de-Soekarnoisasi¸ deideologisasi, dan deradikalisasi, pada dasarnya mengungkap kegigihan Orde Baru Soeharto dalam menyudahi gambaran publik mengenai Bung Karno sebagai humanis, ideolog, dan pemikir sosial besar Indonesia. Artikel ini juga mengupas limitasi metode kerja koersif dan manipulatif rezim otoritarian: Bung Karno tak pernah mati, demikian pula dengan Pancasila-nya. Dia tak sekadar mampu bertahan melewati arus deras sejarah, tetapi juga terus berlayar menuju keabadian sebagai peletak standar kepemimpinan yang sangat sulit ditandingi oleh para pemimpin Indonesia berikutnya.

 

Kata Kunci : None