Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Tantangan Kebebasan Berpikir dan Berekspresi di Indonesia*

Luthfi Assyaukanie

Kebebasan berpikir terkait erat dengan kebebasan berkeyakinan. Selain kebebasan pers, kebebasan beragama kerap menjadi tolok ukur kebebasan berpikir. Kebebasan berpikir dan berekspresi tak hanya memerlukan pengawasan negara, tetapi juga kedewasaan masyarakat. Ironisnya, kondisi kebebasan beragama di negeri ini dicederai oleh kekerasan sekelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan mayoritas. Kelompokkelompok dalam masyarakat menguat, sementara negara terkesan membiarkan kekerasan itu terjadi. Pergeseran kekuatan ini muncul karena beberapa produk hukum berjalan bertentangan dengan semangat kebebasan, sedangkan pemerintah terbukti tidak cakap mengelolanya.

 

Kata Kunci : None