Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Urbanisasi dan Pengembangan Kota

No. 7, Volume 4, Tahun 1972

Ada cukup alasan untuk memilih milah urbanisasi dan problim pengembangan perkotaan di Indonesia, sebagai satu topik penerbitan nomor khusus majalah ini sekarang. Alasan yang segera bisa dirasakan ialah bahwa lonceng pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah Orde Baru bersamaan dengan pembukaan lebar-lebar pintu Republik ini untuk operasi modal internasional sejak enam tabun terakhir, telah serta-merta "menyingkap" ibukota Jakarta dan kota-kota besar lainnya berubah menjadi "magnit" yang menyedot penduduk dan potensi daerah- daerah pedesaan membanjiri kota-kota tersebut. Keganjilan pembangunan ini ialah, kendati prioritas diletakkan pada bidang pembangunan pertanian, dus berarti untuk daerah pedesaan, namun kenyataannya konsentrasi pembangunan fisik dan arus modal terutama yang kongsi dengan moda/ asing, lebih banyak bergerak dan lebih pesat merobah wajah kota-kota daripada kondisi pedesaan.

Sementara proses perubahan kota yang drastis itu berlangsung begitu cepat tanpa ada persiapan yang cukup memadai /hak kota-kota itu sendiri. Di fihak lain, pesatnya arus urbanisasi, seperti banyak diuraikan penulis-penulis nomor ini, bukan saja karena daya tarik pembangunan kota, tapi justru sering kali didorong oleh kehidupan di daerah pedalaman yang kabarnya agak parah keadaannya dewasa ini. Seberapa jauh kebenaran hai ini khususnya hita dihubungkan dongan program Bunas, PMD, subsidi desa, dsb, tentu perlu diteliti lebih lanjut. Tapi satu bal sudah jelas, bahwa ada kepincangan dalam pembangunan dan perkembangan kota-kota dibandingkan dengan daerah pedesaan, kepincangan mana membawa konsekwensi-konsekwensi permasalahan yang cukup gawat.

Artikel Prisma