Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Kebijakan Perdagangan

No. 6, Volume 4, Tahun 1972

Suasana suram, tidak hanya membayangi prospek masalah-masalah perekonomian dan kondisi hidup Indonesia yang makin pelik dilihat dari dalam, tapi juga dan terutama telah mencekam keadaan dunia pada umumnya. Dalam bulan-bulan terakhir ini perkembangan situasi kehidupan internasional yang pincang dan menyedihkan itu , terasa sekali. Presiden Bank Dunia Robert McNamara akhir September 1972 yang lalu melaporkan pesimisme kegagalan Strategi Pembangunan Dasawarsa Kedua PBB, karena negara-negara kaya ternyata tak bisa menaikkan bantuan bersyarat ringan kepada negara miskin menjadi 0,70 pct dari GNP mereka dalam tahun 1975. Bahkan kenaikan bantuan sampai 0.37 pct dari GNP saja sulit dicapai, sehingga dalam lima tahun yang akan datang, negara-negara sedang berkembang dipersilahkan bergelut dengan dirinya sendiri, karena kekurangan yang besar dalam jumlah bantuan pembangunan dari negara-negara maju. Tragisnya kekurangan ini akan paling keras menimpa negara-negara yang termiskin dengan penduduk lebih dari satu milyard manusia dan pendapatan dibawah $200,- setahun per kapita dan diantaranya 800 juta penduduk hanya menerima kurang dari $ 100,- setahun. Ratusan juta diantara mereka bahkan belum pernah merasakan perbaikan nasib, dirongrong terus oleh kemelaratan massal, di tengah hamburan kemewahan negara-negara kaya yang makin makmur menikmati pendapatan per kapita $ 8.000,- lebih setahun pada akhir abad ini.

Artikel Prisma