Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Menuju Kedaulatan Pangan?

No. 1, Volume 35, Tahun 2016

Prediksi para ekonom klasik tentang penurunan produktivitas secara permanen di sektor pertanian ternyata tidak didukung fakta empiris karena sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Prancis dan Belanda justru memiliki fundamental ekonomi pertanian dan peternakan sangat kuat. Pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa ada banyak cara menghindar dari penurunan produktivitas permanen di sektor pertanian misalnya saj melalui industrialisasi yang bukan sekadar pergeseran dari sektor pertanian ke industri, melainkan juga inovasi di sektor pertanian. Selain produktivitas, pemerintah di negara-negara tersebut sungguh menyadari pentingnya sektor pertanian yang berdaulat. Bagaimana dengan Indonesia?

Kedaulatan pangan dapat didefinisikan sebagai produksi, distribusi, dan konsumsi pangan yang mencukupi seluruh warga negara, bahkan manusia di planet bumi. Lebih dari sekadar ketersediaan pangan, konsep tersebut menawarkan pentingnya kedaulatan produksi yang mencakup kedaulatan pengelolaan lahan, tenaga kerja, serta kapital (modal dan investasi). Selain itu, konsep “kedaulatan pangan” menekankan bahwa yang tidak memiliki akses sama sekali terhadap pangan pun berhak memperoleh kebutuhan hidup paling mendasar tersebut. Contoh gamblang, seorang kriminal yang ditahan di dalam penjara butuh makan dan minum serta tidak boleh dibiarkan mati kelaparan.

Artikel Prisma