Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Perselingkuhan Bisnis & Politik : Kapitalisme Indonesia Pasca Otoritarianisme

No. 1, Volume 32, Tahun 2013

Ketika seseorang memproduksi satu ton padi pada 1950 atau abad sebelumnya dan dimakan-nya sendiri, maka sistem produksi itu lebih menjadi objek antropologi tentang hadiah dewi padi bagi umat manusia. Peralatan yang dipakai, termasuk bentuk organisasi yang memungkinkan produksi, menjadi bahan kajian. Apakah itu berlangsung dalam sistem perbudakan? Apakah itu berlangsung secara gotong royong dan sebagainya?

Namun, ketika seseorang memproduksi satuton padi pada 2012 dan ini merupakan hasil panen pertama dari tiga kali panen setahun, satu ton pad iitu muncul dalam wajah yang sama sekali berbeda. Produksi satu ton padi tersebut tidak berdirisendiri, tetapi berlangsung dalam suatu rangkaiansistem produksi. Petani memerlukan air yang berasal dari waduk yang disponsori negara. Walaupun tanahnya subur, dia "dipaksa" membeli pupuk yang berasal dari sebuah pabrik besar milik seorang borjuis yang tinggal entah di mana.

Artikel Prisma