Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Meninjau Kembali Pertahanan Indonesia

No. 1, Volume 29, Tahun 2010

Hak milik tidak mengenal tanggal lahir karena ia tumbuh dalam proses. Dalam kumpulan manusia purba tanpa hak milik tidak ada sesuatupun yang pantas dan ingin dipertahankan. Tanah, air, dan udara adalah milik semua orang dalam jumlah yang berlimpah-ruah, meski bukan dalam arti kelimpahan absolut, akan tetapi dalam arti relatif, tergantung dari kemampuan menaklukkan alam.

Hak milik melahirkan konsep bahwa adabatas di mana intervensi orang lain, orang luar, tidak diperkenankan. Untuk itu harus dipertahankan, meski tidak ada yang tahu persis apayang menjadi milik manusia pertama di luar tubuh dan dirinya sendiri. Dalam seluruh jalan pikiran androsentrik, di mana lelaki menjadi pusat dunia, hak milik pada awalnya mungkin hanyadua, yaitu istri, sekurang-kurangnya menurut Friedrich Engels, dan tanah, sekurang-kurangnya menurut Rousseau. Hanya ketika keduanya menjadi milik dan hak milik, maka konsep tentang mempertahankan sesuatu itu muncul.

Artikel Prisma