Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi

Perubahan Iklim dan Tantangan Peradaban

No. 2, Volume 29, Tahun 2010

Belum pernah dalam sejarah manusia mengatakan bahwa mereka mencintai bumi seperti sekarang. Untuk itu diciptakan “hari bumi”, nama yang aneh dan umurnya pun, dalam takaran global, belum panjang, baru dua puluh tahun—meskipun hari itu sudah meledak di Amerika tahun 1970. Meski aneh, tujuannya tidak aneh: menyelamatkan bumi dari keanehan lain, yaitu perilaku penghuninya yang menganggap bau busuk pembuangan industri sebagai aroma kemewahan.

Bergenerasi kita dengar orang mencintai tanah air, bukan cinta bumi sebagai planet, karena itu tanah selalu diidentikkan dengan orang terdekat, yang membawanya ke bumi, yaitu ibu dan bapak. Tanah selalu menjadi ibu—ibu pertiwi Indonesia, Rossiya-Matushka Rusia, atau bapak—Vaterland Jerman dan vaderland Belanda.

Artikel Prisma

None

Bumi Manusia

Ismid Hadad

Halaman : None