Tulisan ini mendiskusikan kondisi yang memungkinkan berkembangnya populisme kanan (Islam) di Indonesia serta implikasinya terhadap masa depan demokrasi. Sebagai fenomena umum dalam era pasar bebas, populisme kanan yang eksklusioner dan rasialis di Indonesia, seperti juga di berbagai tempat merupakan simtom dan tanggapan terhadap dislokasi neoliberalisme dan krisis representasi dalam konteks absennya gerakan politik yang progresif. Tidak terbangunnya basis sosial multi kelas serta borjuasi Muslim yang kuat produk depolitisasi yang panjang serta dominasi ekonomi oleh borjuasi domestik Cina, menghasilkan aliansi populisme Islam di Indonesia yang terfragmentasi.
Kata Kunci: globalisasi, mobilisasi identitas, neoliberal, populisme, tantangan demokrasi