Prisma

Dekat dengan Hutan, Jauh dari Kekuasaan

Marjinalitas Struktural Orang Bukat dan Punan*

Eksistensi masyarakat adat sekitar hutan di Kalimantan hampir selalu diwarnai oleh sejarah perbedaan kepentingan dan nilai atas pemanfaatan sumber daya hutan. Dinamika pertarungan tersebut mencerminkan ketidakseimbangan kekuasaan dan kemampuan mengakumulasikan modal sehingga pihak luar sangat leluasa mengendalikan peruntukan sumber daya hutan, yang justeru menopang kelangsungan hidup berbagai kelompok Dayak. Situasi ini kian runyam manakala terjadi pada Orang Bukat dan Punan, kelompok-kelompok etnis yang semula merupakan masyarakat berburu dan meramu hasil hutan nonkayu.

Kajian ini akan mengulas konflik-konflik kepentingan dan nilai dalam kasus penebangan kayu ilegal dan pengumpulan sarang burung walet di pedalaman Kalimantan Barat. Kasus-kasus ini mencerminkan proses marjinalisasi Orang Bukat dan Punan terjadi karena penipisan sumber daya hutan

*Makalah disampaikan pada Widyakarya Nasional Antropologi dan Pembangunan dan Kongres Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), 26-28 Agustus 1997, Jakarta.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan