Hasrat yang besar di negara-negara berkembang untuk menciptakan sistem pendidikan yang responsif terhadap kemajuan, telah menghasilkan diferensiasi fungsi yang beranekaragam tetapi tidak selalu jelas arah dan kegunaannya dalam sinkronisasi konteks yang luas. Hasrat tadi diwujudkan melalui usaha pembaharuan sistem pendidikan, dan bukan sekedar mempertahankan atau meningkatkan sistem yang telah lama hidup di masyarakatnya. Tetapi menurut Winarno Surakhmad, pemilihan alternatif dalam pembaharuan itu seringkali tidak banyak membawa hasil yang dimaksud karena konsep dasar tidak pernah secara tuntas dikembangkan secara sistemik.