Membicarakan emansipasi hak sosio-kultural wanita, demikian ditulis Hersri S., bukanlah untuk mempertentangkannya dengan hak kaum laki-laki tetapi untuk bersama kaum lelaki memperbaiki sistem dan hubungan kemasyarakatan, cara serta pembagian produksi. Viri-sentrisme adalah produk sistem masyarakat. Kapitalisme memang tidak memberikan segala-galanya kepada kemajuan. Juga tidak bagi kaum wanita, khususnya dalam lapangan kerja dan mendapatkan suami. Modernisasi tak selalu disertai oleh dipertingginya derajat wanita, karena tinggi-rendahnya martabat itu ditentukan oleh kedudukannya dalam produksi.