Situasi pangan dunia masa mendatang memberi bayangan suram. Surplus pada pertengahan dasawarsa 1980-an hanya terjadi di negara-negara kaya yang tak perlu risau untuk masalah ini. Dibyo Prabowo menulis, keadaan pangan dunia akhir abad XX makin mengkhawatirkan. Defisit yang terjadi di negeri-negeri miskin makin membesar. Untuk Indonesia, katanya, ketergantungan akan impor beras akan semakin tinggi. Itu berarti perlu ada devisa. Dibyo Prabowo memandang perlu peningkatan ekspor non-minyak bumi, seperti kayu dan hasil perkebunan, sambil menaikkan intensitas pertanaman di Jawa.