* Penulis berterimakasih banyak kepada Rusydi Hamka, Afif Hamka dan Iqbal Abdurrauf Saimima yang telah banyak meminjamkan bahan-bahan untuk menulis karangan ini. Meskipun demikian, tanggungjawab karangan tetap pada penulis.
Di manakah sebenarnya tempat Hamka dalam sejarah nasional dan sejarah Islam Indonesia? Faktor-faktor apa saja yang turut membentuk pribadi Hamka? Fachry Ali mencoba mencari jejaknya sejak masa kanak-kanak sampai wafatnya. Penulis mencoba mengemukakan beberapa titik pokok di dalam kehidupan Hamka. Ternyata Islam, Minangkabau, yang berarti adat dan agama, lantas gerakan politik yang dialaminya di Jawa adalah faktor-faktor yang kuat pengaruhnya terhadap Hamka. Di samping itu ayahnya, Mekkah, Medan, dan Yogyakarta adalah tempat-tempat yang memiliki keunikan sosial dan politik tersendiri yang tidak kurang porsinya dalam mempengaruhi Hamka. Semua unsur itu adalah ramuan yang menjelma dalam pribadi Hamka sebagai seorang ulama-cendekiawan dan cendekiawan-ulama.
