* Tulisan ini adalah terjemahan yang dipersingkat dari tulisan asli “K.J. Ratnam (ed.), Social Sciences; Menanggapi Kebutuhan Kebijakan, Empat Studi Kasus dari Asia, Bangkok, Kantor Penasihat Regional UNESCO untuk Ilmu Sosial di Asia dan Oseania, 1980.”
Ilmu sosial menghadapi dilema. Apakah harus melibatkan dirinya di dalam merumuskan kebijaksanaan politik dan ekonomi? Ataukah semata-mata meningkatkan kegiatan akademis? Dilema ini kadang-kadang tidak mudah dipecahkan oleh ilmu sosial yang relatif masih muda, maupun oleh ahli ilmu sosial yang relatif juga tidak banyak jumlahnya. Dengan demikian menurut Taufik Abdullah posisi ilmu sosial menjadi canggung. Di samping itu perannya dalam menentukan kebijaksanaan negara sebenarnya tidak besar. Semakin teknis penemuan penelitian sosial, semakin penemuan itu dipakai sebagai dasar kebijaksanaan, semakin sensitif penemuan semakin tidak dipakai menjadi dasar kebijaksanaan yang diambil.