Prisma

Dimensi Jender dalam Dinamika Migrasi Buruh Migran di Masa Krisis

Buruh migran perempuan asal Indonesia selalu berada pada posisi rentan. Mereka merupakan sumber devisa Indonesia yang cukup besar dan, oleh karenanya, ada upaya disengaja untuk memperlancar arus migrasi mereka ke luar negeri. Bagi negara penerima, buruh adalah sumber tenaga kerja yang murah dan melimpah. Celakanya, sebagian besar dari mereka—terutama di negara yang masih dikuasai kultur patriarkis–bekerja di ranah domestik, dan akibatnya muncul sejenis kerja-paksa yang amat tipis perbedaannya dengan perbudakan. Mereka menyandang sekaligus tiga identitas marjinal: sebagai buruh, perempuan, dan migran. Persoalan ini jelas merupakan agenda penting dan tantangan bagi LSM di Tanah Air untuk memperjuangkan hak-hak dasar mereka dalam kerangka pemberdayaan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan