Prisma

Historiografi Orde Baru

Fokus utama tulisan ini adalah bagaimana sejarah ditulis pada masa otoritarianisme Orde Baru. Orde Baru mengontrol fakta dan dengan demikian mengontrol pengetahuan. Kontrol terhadap pengetahuan juga berarti kontrol terhadap interpretasi yang merupakan inti historiografi. Pada gilirannya, hal tersebut membuatnya mengontrol sejarah itu sendiri. Hal ini menjadi soal besar bagi penulisan sejarah pada masa-masa sesudahnya, karena media ingatan kolektif dikuasai Orde Baru. Buku teks siswa, tugu peringatan dengan alat peraganya adalah alat utama untuk itu. Buku teks siswa perlu ditulis ulang kalau sekiranya penulisan sejarah itu menjadi suatu hal penting. Namun, ini sendiri memberikan pertanyaan sangat serius, yaitu tentang sejarah itu sendiri. Apakah itu sejarah? Apakah yang disebut sejarah hanya boleh sebagai hasil temuan para ahli? Pertanyaan semacam ini diusahakan untuk dijawab di sini.

Kata Kunci: Orde Baru, otoritarianisme, pasca-kolonialisme, Pancasila, sejarah

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan