Asosiasi klan yaitu semacam perkumpulan orang-orang yang bermarga sama, dalam tradisi suku Batak, memang tidak identik dengan marga dalam pengertiannya yang asli. Tetapi menurut Sitor Situmorang asosiasi tersebut berasal dari tradisi bermarga di kampung asalnya. Asosiasi semacam itu tentu saja menyesuaikan diri dengan perkembangan moderen, dalam gaya fisiknya, tetapi tetap menjadi tempat berpaling, baik secara ekonomis sebagai teknik kelangsungan hidup, maupun secara psikologis dan sosial sebagai tempat menampung dan menjaga identitas, dan tidak eksklusif dalam arti buruk.