Teologi pemerdekaan di Asia punya pengaruh luas, seperti di Filipina yang mayoritas Katolik, dan punya warisan kebudayaan agama Katolik Spanyol, mirip dengan di Amerika Latin. Juga di Korea Selatan yang struktur industrialisasinya menanjak, mirip di Brasil, walaupun di bawah tangan besi. Y.B. Mangunwijaya menambahkan bahwa, seperti di Amerika Latin, teologi pemerdekaan dimungkinkan berkat sikap profetic yang tegak prinsipiil dari para pemimpin Gereja Katolik yang tidak gentar bersikap kenabian. Lalu, bagaimana dengan di Indonesia sendiri?