Penanaman padi di Papua Nugini relatif masih baru. Namun padi dan beras makin lama semakin menjadi bahan pangan yang populer di Papua Nugini. Di pihak lain penghasilan dalam negeri terlalu sedikit sehingga tidak dapat melayani kebutuhannya. Untuk itu impor dari Australia semakin besar. Semakin tinggi kebutuhan dalam negeri semakin besar pula impor. Dan pada gilirannya semakin besar disparitas antara penghasilan sendiri dan impor beras. Roosman mempertanyakan kemampuan Papua Nugini untuk berswasembada di bidang beras ini.