
William S.W. Lim, An Alternative Urban Strategy, DP. Architects (Pte), 1980, 183 halaman
Urbanisasi, merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh banyak negara berkembang. Bahkan Y.M. Yeung dan C.P. Lo1 menyebutnya sebagai suatu perkembangan revolusioner umat manusia dalam sejarah dewasa ini. Dari satu segi, urbanisasi dianggap sebagai suatu proses yang bercabang dua. Pertama, proses itu ditandai oleh tingginya tingkat konsentrasi penduduk di suatu tempat yang telah mengalami perubahan okupasi; dari kerja pertanian beralih ke sektor perdagangan, jasa dan pengolahan. Kedua, proses ini ditandai oleh terciptanya cara-cara berproduksi, gaya hidup serta gaya berfikir yang berasal dari pusat (kota) dan kemudian berkembang ke daerah-daerah pinggiran (periphery)2.Tampaknya, gejala-gejala urbanisasi di negara-negara berkembang lebih tepat didekati lewat pendekatan terakhir ini. Sebab, pada dasarnya, terjadinya proses-proses perubahan dan perkembangan suatu daerah pinggiran lebih banyak disebabkan oleh masuknya pengaruh-pengaruh baru ke dalam daerah itu yang dihembuskan dari center (pusat).
1 Kata Pengantar buku Changing South-East Asian Cities: Readings on Urbanization, (Singapore-Oxford University Press, 1976).
2 John Friedmann dan Robert Wulff, The Urban Transition, Comparative Studies of Newly Industrializing Societies, (Edward Arnold Plublisher, 1975).