Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo berpuluh tahun lamanya menjadi teman seiring dari ribuan pejuang kemerdekaan Indonesia. Tetapi di Malangbong dia menukar jalannya sendiri dengan mendirikan Negara Islam Indonesia. Memang ada kemungkinan untuk itu, tulis Hersri dan Joebaar Ajoeb, dan kemungkinan itu besar pula. Tetapi dengan begitu Kartosuwiryo menganggap negara dan mendirikan negara sebagai soal yang leceh. Namun “jalan Islam” ini telah menyesatkannya ke hutan-hutan pegunungan Jawa Barat. Dari sana dia menentang Pancasila dan hendak menggantinya. Untuk maksudnya ini dia terpaksa berjalan sendiri, menyisih, menyusur dengan perang gerilya, untuk kemudian tertangkap dan dijatuhi hukuman mati sebagai pemberontak.

