* Tulisan tentang Liem Koen Hian (LKH) ini merupakan hasil “sampingan” riset tentang Kwee Thiam Tjing alias Tjamboek Berdoeri. Kedua sahabat itu bekerja bersama di Surabaya pada tahun 1920-1930-an. Penulis tidak bakal kenal dunia peranakan Tionghoa periode 1920-an bila tidak diajak Benedict Anderson melanjutkan riset ini. Sayangnya, beliau wafat sebelum tulisan ini selesai. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Didi Kwartanada yang menawarkan menulis tentang LKH. Draft awal tulisan ini banyak mendapatkan masukan dari Masaaki Okamoto, Cypril Dale, dan Kato Tsuyoshi selama di CSEAS, Kyoto. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ben Abel yang membantu mencarikan sebagian surat kabar yang tidak ada di perpustakaan nasional. Mereka semua, tentu saja tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan kekeliruan dalam tulisan ini.
Liem Koen Hian adalah pembaru pers Melayu Tionghoa di Hindia Belanda yang mengarahkan haluannya kepada bangsa yang belum ada, Indonesia, melalui sejumlah surat kabar yang dia asuh, dan memuncak dengan pembentukan Partai Tionghoa Indonesia (PTI). Dia juga memperbarui isi surat kabar dengan berita yang akurat, tajam, dan mendalam. Ada banyak penolakan terhadap pembaruannya itu yang memunculkan berbagai polemik.Namun, peran dan upaya pembaruan, bahkan nama seorang peranakan Tionghoa yang tersohor pada zamannya itu terlupakan seiring dengan gejolak tempat pers Melayu Tionghoa yang kemudian menghilang dan di lain pihak Liem Koen Hian dipercayai telah berganti kewarganegaraan.
Kata Kunci: Hindia-Belanda, Nasionalisme, Partai Tionghoa Indonesia, Pers Melayu Tionghoa