test

Sumit Mandal

Sumit Mandal adalah Associate Professor, Fakultas Ilmu Sosial, School of Politics, History, and International Relations, University of Nottingham Malaysia (sejak 2015). Sebelum bergabung dengan universitas itu, bekerja di Universiti Kebangsaan Malaysia dan Humboldt-Universität zu Berlin serta menjadi fellowship di New York University dan Kyoto University. Salah satu anggota Dewan Redaksi Jurnal Prisma (sejak 2009) ini, meraih gelar Doktor (1994) dari Columbia University. Penelitian sejarawan ini terutama berfokus pada masyarakat Muslim di dunia Melayu serta isu-isu Indonesia, Malaysia, dan Singapura kontemporer. Pengajar mata kuliah The Making of Modern Asia ini, juga mengembangkan dan mengajar Memahami Dunia Melayu, Situs Interaksi Asia, dan Asia dalam Perspektif Transregional. Dua mata kuliah pertama untuk mahasiswa S-1 itu, mengeksplorasi sejarah dan pendekatan transnasional ke dunia Melayu dan Asia, sedangkan mata kuliah Asia dalam Perspektif Transregional diperuntukkan bagi mahasiswa pascasarjana. Menulis banyak karya tulis ilmiah berupa artikel maupun buku, antara lain, “Hadrami Connections with the Malay World: Creole Histories, Transcultural Islam and Racialisation,” dalam Dalia Abdelhady dan Ramly Aly (eds.), Routledge Handbook o)n Middle Eastern Diasporas (2022); “Pathways of the Umma: The Flow of Faith Tourists from Peninsular Malaysia to Aceh in Indonesia,” dalam The Muslim World (2019); Cultural Geographies of the Malay World: Textual Trajectories in the Indian Ocean,” dalam Philological Encounters (2018); dan lain-lain. Pada 2020, memperoleh penghargaan Harry J Benda Prize dalam Kajian Asia Tenggara untuk bukunya yang berjudul Becoming Arab: Creole Histories and Modern Identity in the Malay World (Cambridge University Press, 2017). Saat ini sedang melakukan penelitian tentang situs makam-makam keramat muslim di dunia Melayu.