Baginda Muda Bangsa, lahir di Luwuk, 1997, merupakan Analis Ekonomi Politik di Laboratorium 2045 (LAB 45). Meraih gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dengan fokus pada ekonomi politik dan pembangunan internasional. Berpengalaman bekerja lintas sektor dengan pemangku kebijakan, pegiat lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi. Pernah menjadi Asisten Peneliti untuk buku Geopolitik dan Perekonomian Indonesia (2019). Sejak 2020 hingga 2023, bergabung dengan Tulodo Indonesia, terlibat dalam riset multidisipliner bersama UNICEF, WVI, dan Rutgers International. Karya-karyanya mencakup “Dampak Pemilihan Umum Paruh Waktu terhadap Kebijakan Luar Negeri AS” (2022), The Hidden Cost of Gender Equality from Trump's Tariff (2025), dan Krisis Hegemoni Global (2025). Dia juga aktif menulis opini di pelbagai media, termasuk “Governance Risk Plague Indonesia's New Sovereign Wealth Fund”, (bersama Omar Farizi Wonggo) “Prabowo’s High-Stakes Gamble on Indonesia’s Development”, dan (bersama Omar Farizi Wonggo) “Indonesia's History Deserves Dialogue, not Dogma.”