Salah satu esensi dari kegiatan manusia adalah usaha untuk mengontrol segenap aspek perikehidupannya. Kita melakukan kontrol terhadap laju pertambahan penduduk, epidemi suatu penyakit atau bahaya banjir. Orbit suatu pesawat antariksa yang tidak terkontrol mungkin sekali akan berakhir dengan peristiwa tragis yang tidak diinginkan. Kegiatan yang tidak terkontrol dari suatu unit—umpamanya kasus Pertamina—bisa mempunyai implikasi-implikasi yang luas terhadap kegiatan lain. Di fajar mula tumbuhnya empirisme Inggris yang kemudian berkembang menjadi asas ilmu pengetahuan sekarang, Francis Bacon mengingatkan sesamanya: pengetahuan adalah kekuasaan. Kekuasaan yang berdasarkan pengetahuan itu, kalau di kaji lebih lanjut, adalah kemampuan untuk mengontrol lingkungan kehidupan. Usaha tersebut merupakan salah satu upaya dari manusia untuk mampu mengontrol nasibnya seperti apa yang dikatakan Julius Caesar: Men at some time are masters of their fates: The fault, dear Brutus, is not in our stars, But in ourselves, that we are underling.