Saya percaya bahwa kita sekarang sedang mengalami dan menyaksikan bermulanya sejumlah perubahan yang sangat fundamentil, bukan hanya perubahan-perubahan yang bersifat politis tapi juga kulturil. Perubahan-perubahan tersebut ada hubungannya dengan bagaimana manusia menempatkan dirinya dalam menghadapi masalah kelangsungan hidupnya dan masalah keadaan dunia. Akibat-akibat dari segenap perubahan ini baru mulai kita amati, dan prosesnya masih berlanjut terus. Sangat mudah kini buat menunjukkan beberapa dari perubahan tersebut: telah terjadi peralihan dalam konfigurasi kekuatan utama yang membawa ke arah détente dan telah menghasilkan hubungan antara Amerika Serikat dengan Cina; telah terjadi peralihan dalam hubungan antara negeri-negeri industri dengan Dunia Ketiga; kesaling-tergantungan dewasa ini telah menjadi suatu kenyataan hidup; juga terdapat kesadaran baru sehubungan dengan langkanya sumber-sumber daya dan tentu saja sehubungan dengan resesi. Tapi juga, negeri-negeri Asia sekarang telah dan masih terus mengembangkan persepsi sendiri akan masalah-masalah mereka dan akan masa depan. Dan bersamaan dengan itu, Amerika Serikat sedang menuju ke arah suatu krisis kebudayaan yang dalam yang ada hubungannya dengan persepsi bangsa Amerika terhadap diri mereka sendiri, perasaan identitas mereka. Sedang terjadi peralihan yang sangat mendasar dalam nilai-nilai perlahan-lahan, tidak koheren, terkadang tak cukup jelas diartikulasikan, karena kegagalan kaum intelektuil Amerika untuk memandang masalah-masalah mereka sendiri secara terpadu daripada melalui kacamata disiplin ilmiah yang khusus. Ini menyentuh masalah identitas, masalah mitos bangsa Amerika yang telah membimbing Amerika sejak ia didirikan oleh kaum Puritan; dari pengertian kota di atas bukit–yang kemudian dibikin vulgar dan dibuat sedikit lebih arogan–sampai kepada konsepsi Theodore Roosevelt mengenai nasib Amerika yang jelas, dan kini terdapat usaha buat merumuskan kembali mitos yang sekarang dapat dan harus menjalin–dan memberikan tujuan yang diperbaharui–untuk masyarakat Amerika yang sangat terpecah-pecah.
* Buah fikiran ini mulanya disampaikan, pada konferensi yang diadakan di Penang bulan Februari 1976 oleh para Atase Kebudayaan dari Kedataan-kedutaan Besar Amerika dan wakil-wakil Komisi Pertukaran Pendidikan Dua Negara di wilayah Asia Timur dan Pasifik.