Agama disebut oleh Berger & Luckman suatu alam simbolis yang menyatukan dan mensahkan semua lembaga dalam masyarakat. Begitulah menjadi jelas bahwa agama bisa dilihat dari sudut banyak korelasi: agama dan ekonomi, agama dan politik, agama dan perkembangan teknologi, agama dan hukum, agama dan ideologi, sedang approach dari peneliti yang beragama akan berbeda dengan approach seorang atheis, misalnya orang Marxis melihat hal lain di bidang tersebut dari orang Islam atau Kristen. Agama dan kebudayaan ialah pokok sosiologi pada umumnya dan pokok sosiologi urbanisasi pada khususnya. Tetapi kalau ingin menyelidiki, apakah perkembangan agama dimajukan atau dirugikan dalam kota-kota besar kita harus ingat semua korelasi tersebut tadi, misalnya perkembangan ekonomi, perkembangan teknologi, perkembangan pendidikan dan lain-lain. Bagi saya approach semacam itu mengatasi kemampuan sehingga yang diberikan adalah beberapa fikiran apriori yang kurang lebih berdasar hal yang dilihat di Eropa dan di Amerika.
Dongeng-dongeng
Sering dikatakan bahwa dalam kota besar agama akan mundur karena terdapat banyak tempat maksiat atau tempat amusement di metropol-metropol yang mengurangi semangat ibadah. Tapi sejarah mengajkar bahwa tidak ada pertentangan begitu saja antara agama dan urbanisasi. Bagdad dari Harun Al Rashid, Constantinopolis dari Constantin Agung, Geneva waktu Calvin dan Roma pada zaman Honorius III menjadi kota-kota besar yang theokratis dan penduduknya kuat imannya, rajin di bidang ibadah dan aktif dalam urusan religius. Juga bisa dikatakan bahwa lebih tahan di daerah dan kurang di kota karena dekristianisasi di Perancis terutama mulai di desa-desa kecil dan tidak di kota-kota.
Kalau dikatakan bahwa kota-kota besar mempunyai sarana-sarana setan seperti bioskop, steambath, tempat judi dan tempat pelacuran dapat juga dikatakan bahwa kota-kota besar lebih dari desa-desa mempunyai sarana-sarana Tuhan seperti DKI yang mempunyai 1.034 mesjid, 4.418 mushola, 600 gereja, 143 kuil. Begitu juga tentang sarana pendidikan agama dan sarana mass media. Kalau kita melihat bahwa di sana-sini dalam kota-kota besar agama mulai mundur kita tidak mencari sebab-sebabnya terutama dalam urbanisasi, tapi menyelidiki persoalan dalam rangka yang lebih luas.
* Tulisan ini semula merupakan prasaran yang disampaikan dalam Panel Diskusi “Pembinaan Suasana Keagamaan di Jakarta” tanggal 30 Juni – 2 Juli 1977.