Prisma

Memerangi Kemiskinan Oleh Prijono*

Sritua Arief. Indonesia: Pertumbuhan, Kesenjangan Pendapatan, dan Kemiskinan Massal. Sritua Arief Associates, Jakarta, Maret 1977, ii + 207 halaman, Lampiran Statistik. Indeks Referensi.

Pernah membaca buku tentang minyak dari penulis yang sama? tidak, buku inipun merupakan “kejutan” yang sama seperti buku minyaknya. Sritua Arief kembali mengagetkan pembaca Indonesia dengan menyajikan sebuah buku yang penuh dengan kumpulan data dan catatan kaki (footnotes) mengenai garis kemelaratan penduduk Indonesia.

Mengawali bukunya dengan kenyataan bahwa hasil perkembangan ekonomi selama ini ternyata tidak membawa trickle down effect yang seharusnya menguntungkan si miskin, Sritua mengarahkan bukunya untuk tujuan melihat konsekwensi kebijaksanaan ekonomi dan pelaksanaannya yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia dalam periode 1969-1975 terhadap golongan miskin di Indonesia, khususnya di pedesaan Jawa. Bagi Sritua, kebijaksanaan ekonomi yang berorientasi pada perkembangan GNP (pendapatan nasional kasar) ini pada awal perkembangannya tak dapat diharapkan akan meratakan pendapatan. Memang betul.

Bahkan Simon Kuznets1 pernah mengemukakan di suatu seminar di Tokyo suatu pertanyaan bila benar bahwa perkembangan ekonomi dan modernisasi; dengan berbagai penemuan (innovations) baik di bidang teknologi, maupun bentuk organisasi; akan memperlebar jurang ketidak-samarataan pendapatan untuk sementara dan menyebabkan adanya pengangguran atau rendahnya produktivitas kerja dalam jangka waktu tertentu sampai penyesuaian dimungkinkan, sampai seberapa jauh hal ini dapat diterima oleh masyarakat.

Berdasarkan kenyataan inilah, rupanya Sritua bertekad untuk memberi semacam tanda, tidak saja bagi mereka yang berwewenang dalam merencanakan pola pembangunan, tetapi juga sebagai isyarat bagi seluruh warganegara Indonesia dengan menerbitkan buku yang sangat prematur ini. Dapat disebut demikian karena ruang lingkupnya hanya daerah pedesaan di Jawa dan untuk keperluan analisanya pun dipergunakan data sekunder. Sudah tentu keterbatasan waktu dan tenaga serta tersedianya data menjadi alasan utama pemilihan sepihak ini.


* Penulis tinjauan buku ini adalah Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Mendapat gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Pemerintahan (1974) dari universitas yang sama, dan gelar M.A. untuk ilmu ekonomi (1977) dari University of Philippines dengan spesialisasi International Economics. Sejak 1973 menjadi Asisten Redaktur Pelaksana Majalah Ekonomi dan Keuangan Indonesia, Jakarta.

1 Simon Kuznets, “Ucapan Pengantar” yang disampaikan pada konferensi tentang Distribusi Pendapatan, Ketenagakerjaan dan Pembangunan Ekonomi di Asia Tenggara dan Timur, JERC-CAMS, 16-20 Desember 1974, hal. 3.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan