… Sebagai tambahan, kini ada peningkatan cadangan devisa yang lumayan (karena meningkatnya penerimaan di sektor minyak) dan dalam simpanan perorangan di beberapa sektor yang terorganisasi, khususnya karena ada perkembangan yang menguntungkan dalam harga-harga minyak dunia dan peningkatan harga-harga beberapa komoditi primer. Perkembangan yang terakhir ini mendorong meningkatnya aktivitas investasi-investasi. Akan tetapi investasi baru sebagian besar dipusatkan pada sektor-sektor yang padat modal dan bergengsi tinggi tetapi sedikit kemampuannya untuk menyerap tenagakerja. Hal ini selanjutnya berakibat naiknya tingkat pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan._ S. Gupta, Distribusi Pendapatan, Lapangan Kerja dan Pertumbuhan. Studi Kasus Indonesia, 5 Agustus 1975, IBRD, Kertas Kerja Staf Bank No. 212.
Arah perkembangan ekonomi dunia
Dua setengah dasawarsa setelah Perang Dunia II banyak negara yang percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang menyeluruh dengan dukungan investasi-investasi besarlah yang akan menaikkan tingkat golongan miskin, mengurangi ketimpangan-ketimpangan pendapatan serta menghindarkan gejala-gejala pengangguran. Strategi demikian itu memang mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi yang cepat, mendorong peningkatan pendapatan nasional dan bertambahnya investasi yang pesat.
Tetapi juga makin jelaslah adanya kenyataan bahwa pertumbuhan yang cepat pada tingkat nasional tidak secara otomatis dapat mengurangi kemiskinan dan samasekali tidak mengakibatkan berkurangnya ketimpangan. Selanjutnya, laporan dari negara-negara industri dengan sistem pemasaran pada tahun 1971-75 menunjukkan, bahwa pertimbangan ekonomi itu juga tidak berhasil menghindarkan berulang-datangnya konjunktur yang menyebabkan ketidak-stabilan perkembangan ekonomi. Pada tingkat internasional, pertumbuhan produksi dunia ternyata diikuti oleh makin melebarnya jurang baik secara relatif maupun absolut, dan yang pasti juga diikuti ketimpangan pendapatan. Sebaliknya, kenyataan pada beberapa ekonomi maju berdasarkan pemasaran ataupun berdasarkan pada prinsip-prinsip sosialis menunjukkan bahwa dalam hal terjadi redistribusi hasil-hasilnya, jika kebijaksanaan itu dibarengi dengan perataan beban perpajakan, maka hal itu dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Strategi yang demikian itu yang juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia melalui pelaksanaan kebijaksanaan fiskal, tidak selalu berakibat penurunan laju pertumbuhan ekonomi.