Prisma

UDKP sebagai Sarana Pemenuhan Kebutuhan Pokok Rakyat Desa

Pembangunan sebagai kebijaksanaan nasional

Dalam setiap rencana pembangunan lima tahun Indonesia, pembangunan desa selalu menjadi titik pusat pemikiran. Senantiasa dicari cara-cara bagaimana meningkatkan tingkat hidup rakyat dari tingkat hidup sosial ekonomis yang relatif rendah ke tingkat yang relatif lebih tinggi. Berbagai kebijaksanaan sektoral telah dicoba untuk memecahkan masalah tersebut, dengan cara pengadaan proyek-proyek pembangunan fisik dan non-fisik, berikut berbagai macam konsepsi dan perencanaan bagi pengembangan daerah dan pedesaan.

Diperkirakan bahwa masalah pembangunan desa akan menjadi masalah pembangunan yang berkelanjutan, selain karena target peningkatan kondisi sosial ekonomi yang akan dikejar selalu bergerak maju disebabkan laju kenaikan jumlah penduduk, juga karena corak kehidupan dan penataan masyarakat desa sangat beranekaragam. Dasar-dasar pembangunan daerah pedesaan selalu dicari dalam segi-segi sosial ekonomis yang dinilai merupakan faktor pembentuk kehidupan masyarakat desa secara berkelanjutan. Dasar-dasar tersebut umumnya banyak ditentukan oleh keadaan geografis, profesi kehidupan yang berkembang setempat, serta beberapa faktor lain yang timbul dari pengaruh lingkungan yang luas seperti halnya hubungan kota besar dan daerah pedesaan.

Untuk menjangkau target-target pembangunan desa secara lebih memuaskan, pemerintah selama ini telah melalui jalan yang cukup panjang. Diharapkan dalam rencana-rencana pembangunan mendatang cara-cara “potong kompas” atau penyederhanaan akan lebih menjamin terjangkaunya target yang diharapkan secara lebih cepat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara lebih mendekatkan proses perumusan pembangunan pedesaan yang dilakukan secara sektoral dengan tata kehidupan desa yang nyata dan berkembang. Situasi dan kondisi desa, pada umumnya jauh dari memenuhi syarat untuk hidup serta berkembang lebih cepat dan bertahap-tahap. Apabila terdapat pengaruh-pengaruh luar yang sementara ditumbuhkan, seperti injeksi teknologi baru, maka hal tersebut akan berlangsung selama pemeliharaannya terjamin. Hal-hal baru ternyata tidak merupakan kebutuhan, terlebih-lebih cara pemenuhan kebutuhan yang masih memerlukan cara-cara berpikir manajerial pada tingkat yang tidak ada sebelumnya.

Adalah peranan dari fungsi-fungsi sektoral untuk meletakkan dasar-dasar pertumbuhan kehidupan desa yang efektif, dan secara tidak terputus-putus mendominir mekanisme pertumbuhan itu, serta memberikan penilaian objektif tentang hasil-hasil yang dicapai–yaitu apakah mekanisme yang diperkenalkan benar-benar telah dapat memenuhi kebutuhan yang dirasakan di tingkat pedesaan. Sampai saat ini masih dipikirkan strategi percepatan pembangunan desa guna pemenuhan hidup masyarakat pedesaan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan