Prisma

Dimensi Moral dalam Masalah Pangan

Lester R. Brown dan Erik P. Eckholm, Dengan Sesuap Nasi. Jakarta: Yayasan Obor dan Badan Pendidikan Institut Teknologi Bandung, PT Gramedia, 1977, 379 halaman.

Kutipan tak lengkap dari Kitab Injil: “Manusia hidup bukan hanya dengan roti sematamata, tetapi dengan segala sabda yang diucapkan Tuhan”, dari mana judul ini dipungut, agaknya segera harus ditambahkan dengan: manusia tak akan pernah sempat mendengarkan sabda siapa pun, jika tidak ada nasi barang sesuap. Karena memang, buku Dengan Sesuap Nasi ini menyandang beban moral untuk menegur umat manusia dan mengingatkan mereka akan petaka yang segera tiba jika beberapa persoalan kompleks yang bertalian dengan pangan tidak bisa dihadapi dengan kesepakatan bersama dan dalam tekad yang baru sama sekali.

Dengan Sesuap Nasi adalah laporan hasil penelitian mengenai keadaan yang sebenarnya dari bahan kebutuhan yang paling esensil di dunia. Di sana diberi penjelasan baik mengenai masalah yang timbul karena tata internasional yang baru mau pun karena alternatif yang tersedia bagi umat manusia. Buku yang menganjurkan kewaspadaan dan peringatan ini menjadi seimbang karena ia juga menyertakan usul kongkrit. Yang pertama, usaha kerjasama untuk meningkatkan pembangunan pertanian di negara-negara miskin dengan pesat khususnya untuk menaikkan produksi pertanian kecil-kecilan perlu segera diadakan. Pengalaman di negara-negara maju telah mencapai taraf di mana kenaikan besar-besaran dalam produksi pertanian dalam tahuntahun mendatang ini hanya mungkin dicapai dengan biaya yang jauh lebih tinggi. Dan yang kedua, perlunya memperlambat laju pertambahan permintaan pangan. Ini menghendaki agar kita menghentikan pertambahan penduduk lebih awal daripada yang direncanakan para ahli demografi dan para pemimpin politik sampai sekarang.

Memang, ciri buku-buku yang terbit belakangan ini apalagi yang bertema ekologi cenderung bersifat menakut-nakuti. Tetapi Dengan Sesuap Nasi ini, jika tokh timbul kengerian, kengerian itu memang beralasan dan sah. Kerawanan akan semakin tipisnya persediaan pangan tergambar dari tahun 1961. Ketika itu cadangan mencapai 22 juta ton sereal, yang berarti sama dengan 95 hari konsumsi dunia. Dan pada tahun 1974 merosot sampai hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dunia selama 26 hari saja.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan