Pendahuluan
Pembangunan pada dasarnya merupakan proses usaha meningkatkan kesejahteraan manusia dalam masyarakat dengan memanfaatkan sumber-sumber daya alam serta sumber-sumber manusiawi sendiri. Teknologi, dalam arti luas, merupakan sarana bagi manusia—sebagai tujuan akhir dari pembangunan—dalam memanfaatkan sumber-sumber daya alam serta sumber-sumber manusiawi sendiri.
Pemilikan teknologi dan sarana produksi lainnya di samping pembawaan dasar dari masing-masing sektor ekonomi, mau tidak mau menjadi faktor yang menentukan atau merubah pembagian pendapatan di dalam ataupun di antara sektor-sektor ekonomi. Sama halnya dengan negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya, pemerintah di Indonesia merupakan penggerak utama proses pembangunan. Di satu pihak dia memiliki peranan politik yang relatif besar, dan di pihak lain menguasai dan memiliki pengaruh pada bagian terbesar dari lembaga-lembaga penyalur dana pembiayaan pembangunan di dalam negeri. Hal ini menjadi penting karena kebijaksanaan dan keputusan ekonomi pada tingkat yang lebih tinggi adalah keputusan politik.
Menjelang tahun terakhir Pelita II ini, sudah sewajarnya kita mencoba mengaji pelaksanaan rencana pembangunan yang telah digariskan. Pada taraf pertama kita mencoba melihat seberapa jauh hasil-hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana yang ditetapkan; dan taraf berikutnya mencoba mengemukakan usaha perbaikan yang layak dilakukan di masa mendatang. Oleh karena Repelita menyatakan dirinya sebagai penjabaran Garis-garis Besar Haluan Negara1, tulisan ini akan lebih banyak menggunakan Repelita sendiri sebagai ukuran atas hasil-hasil pembangunan. Penggunaan ukuran lain hanya dilakukan apabila Repelita tidak memberikan rencana atau target yang tegas atas suatu masalah dasar. Dengan alasan itu pula pembicaraan yang dilakukan hanya akan meliputi aspek-aspek pembangunan ekonomi2. Karena Repelita II baru berakhir 31 Maret 1979, dan angka-angka definitif untuk tahun 1977 belum seluruhnya masuk, realisasi yang bisa dinilai meliputi tahun 1969 sampai dengan 1976, serta sebagian dari 1977.
I. Perkembangan produk domestik bruto
Secara agregatif perkembangan perekonomian Indonesia dalam periode 1969-73 dan 1973-76 dapat diikuti di dalam Tabel 1. Tampak bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat dengan rata-rata 7,43% per tahun dalam periode 1969-73. Sektor-sektor bangunan, pertambangan, serta pengangkutan dan komunikasi meningkat jauh lebih cepat dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Dan sebaliknya sektor pertanian mencapai laju pertumbuhan yang jauh lebih rendah.
1 Lihat, Rencana Pembangunan Lima Tahun Kedua, 1974/75-1978/79, Buku I, hal. 17-20.
2 Ibid., hal. 23.