Prisma

Perkembangan Moneter Indonesia 1969~1977

Pengantar

Dalam tulisan berikut ini disajikan gambaran perkembangan ekonomi Indonesia 1969 sampai akhir 1977 khususnya di bidang moneter, dengan mengambil data yang diumumkan Bank Indonesia dalam Laporan-laporan Mingguannya. Setelah meneliti perkembangan masing-masing unsur dihitung dengan persentase perubahan setiap tahun dibandingkan tahun sebelumnya, didapatlah suatu gambaran yang jelas dari hubungan dan kaitan masing-masing unsur tersebut, sehingga dengan mudah kita akan dapat menarik kesimpulan bagi masa-masa mendatang. Di dalam bidang politik ekonomi, tentulah dapat diambil sementara unsur sebagai unsur penentu, sedangkan lainnya hanya sekedar sebagai unsur pengikut; dapat pula diusahakan agar perkembangan unsur-unsur yang di luar jangkauan kekuasaan kita dapat diimbangi atau dikendalikan akibatnya melalui pengendalian unsur-unsur yang benar-benar berada di dalam kekuasaan pengaturan kita sendiri. Beberapa unsur di luar kekuasaan kita ialah terutama unsur ekspor non-oil, ekspor minyak-bumi; beberapa unsur yang jelas berada di tangan pemerintah langsung, misalnya perubahan uang beredar; unsur-unsur yang sebagian dapat dikendalikan pemerintah, misalnya perkembangan perkreditan perbankan, perkembangan impor; unsur-unsur yang bersifat hasil dari yang lain, antaranya perkembangan indeks biaya hidup di Jakarta. Dengan meneliti sampai di mana unsur-unsur itu dapat merupakan instrumen langsung atau tidak langsung, dapat merupakan barometer saja atau checkpoints saja; dengan semakin menyempurnakan kelengkapan data dan kesegaran angka-angka yang masuk, penentuan kebijaksanaan moneter dan penilaian keberhasilan pemimpin ekonomi akan dapat dilihat dengan lebih jelas.

Perkembangan secara umum

Dari analisa persentase perkembangan unsur-unsur moneter seperti ekspor non-oil, ekspor minyak bumi, impor, perkreditan perbankan, perubahan uang beredar dan perkembangan indeks biaya hidup di Jakarta seperti digambarkan dalam grafik di bawah ini, dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 1967 sampai 1969 masih diliputi kebijaksanaan pembersihan dari unsur-unsur kesalahan ekonomi di tahun-tahun sebelumnya, sehingga nampak jelas sekali bahwa politik moneter kita bersifat deflator. Semua unsur relevan menunjukkan angka perkembangan yang menurun, sehingga jelas sekali adanya usaha pemerintah merem atau menguasai laju perkembangan ekonomi. Ekspor non-oil masih menunjukkan perkembangan yang menurun, tetapi ekspor minyak bumi sudah menunjukkan angka kenaikan yang jelas, yaitu dari kenaikan 12% menjadi kenaikan 35,9% di tahun 1969/1970. Ekspor non-oil menurun dari kenaikan 30,35% menjadi hanya naik dengan 16,23% di tahun 1969/1970.
  2. Tahun 1971 dan 1972 memberikan perkembangan yang sangat bergairah di mana semua unsur moneter memberikan persentase kemajuan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan