Prisma

Kebijaksanaan Tenagakerja di Indonesia

Latar belakang

  • Berbicara mengenai kebijaksanaan tenagakerja di Indonesia seperti halnya di negara-negara yang sedang berkembang lainnya masih akan lebih banyak berbicara mengenai teori-teori dan konsepsi-konsepsi. Hal ini wajar, karena masalah ketenagakerjaan itu tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan perkembangan perekonomian nasional, yang berarti hanya dapat dipecahkan dalam proses pembangunan nasional itu sendiri. Apabila pembangunan itu baru mulai dilaksanakan, maka masalah-masalah pokok ketenagakerjaan belum dapat diharapkan untuk dipecahkan sepenuhnya. Justru dalam keadaan yang demikian itu selalu diperlukan penyempurnaan-penyempurnaan konsepsi, kebijaksanaan dan rencana yang didukung oleh teori-teori yang juga berkembang.
  • Tenagakerja dalam pembangunan nasional merupakan faktor dinamika penting yang menentukan laju pertumbuhan perekonomian baik sebagai tenaga produktif maupun sebagai konsumen dan ditentukan pula oleh tingkat perkembangan perekonomian.
  • Ketidak-seimbangan dalam penyebaran penduduk antar daerah, yang mengakibatkan tidak rasionilnya penggunaan tenagakerja secara regional dan sektoral, menghambat laju pertumbuhan perekonomian nasional.
  • Sebaliknya ketidak-seimbangan dalam pembangunan antar daerah dan antar sektor akan mempengaruhi penyebaran tenagakerja dan penduduk.
  • Dengan demikian kebijaksanaan tenagakerja saja belum cukup untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, apabila perencanaan ketenagakerjaan tidak merupakan bagian pokok dari rencana pembangunan nasional.
  • Ini berarti bahwa rencana ketenagakerjaan harus dibuat dan harus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pembangunan nasional secara keseluruhan.
  • Di dalam tulisan ini akan dicoba menyoroti beberapa aspek kebijaksanaan ketenagakerjaan yang kami anggap penting dan yang diharapkan dapat turut memecahkan masalah-masalah pokok ketenagakerjaan lebih mendasar.

Masalah penduduk

Indonesia yang terdiri lebih dari 3.000 pulau dengan luas tanah hampir dua juta kilometer persegi, menurut sensus tahun 1971 didiami oleh 118,4 juta jiwa. Dibandingkan dengan jumlah penduduk dalam tahun 1930 (60,7 juta), maka dalam waktu 41 tahun jumlah penduduk Indonesia telah menjadi dua kali lipat. Pada masa datang menurut beberapa proyeksi penduduk Indonesia akan menjadi dua kali lipat hanya dalam waktu kurang dari 30 tahun. Bahkan ketika laju pertumbuhan penduduk tidak segera ditekan, maka sangat mungkin untuk masa-masa mendatang jumlah penduduk Indonesia akan menjadi dua kali lipat dalam jangka waktu yang lebih pendek lagi.

Jumlah dan pertambahan penduduk di Jawa dan luar Jawa selama 41 tahun ditunjukkan dalam Tabel 1.

Tabel 1 menunjukkan bahwa selama periode 1930-1961 dan 1961-1971 terjadi peningkatan laju pertumbuhan penduduk, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan