Prisma

Pola Kematian di Jawa dan Implikasinya pada Kebijaksanaan Kesehatan Rakyat dalam Pelita III*

Pengantar

Di antara sekian banyak sasaran rencana sektor kesehatan, penurunan angka kematian merupakan salah satu yang paling penting. Sasaran ini adalah sasaran yang sesuai dengan segi-segi kemanusiaan dan juga adalah suatu sasaran yang amat sehat dalam rangka kebijaksanaan pemerintah, karena manfaatnya dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Penurunan angka kematian juga akan menunjang keberhasilan program-program lain yang sedang dijalankan, seperti pendidikan, pertanian dan keluarga berencana. Demikian pula penurunan angka kematian tersebut akan meningkatkan harga diri nasional karena hal tersebut merupakan sasaran pembangunan yang telah diakui secara internasional dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar serta keadilan sosial. Untuk merencanakan program-program kesehatan yang efektif, yang dapat menurunkan angka kematian secara maksimal dalam batas-batas anggaran yang ditentukan, kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa yang meninggal, dan apa sebabnya. Baru setelah itu dapatlah kita mulai menelaah faktor-faktor sosial dan lingkungan yang mendasarinya, hingga dapatlah kita membandingkan beberapa bentuk alternatif program yang akhirnya dapat menghasilkan suatu kebijaksanaan yang tepat dalam batas-batas anggaran serta kemampuan organisasi program kesehatan.

Statistik kelahiran dan kematian di Indonesia

sia dewasa ini sangat kurang lengkap. Diperkirakan lebih dari 30% kematian tidak dilaporkan.1 Kurang dari 10% penyakit yang berakhir dengan kematian mendapatkan perawatan dokter dan pemeriksaan bedah mayat untuk menentukan sebab-sebab kematiannya amat jarang dilakukan. Hal tersebut berakibat bahwa data nasional tentang sebab kematian boleh dikatakan tidak ada. Dalam usaha untuk mendapatkan suatu perkiraan tentang sebab-sebab kematian sesuai dengan umur, kami telah membuat suatu perkiraan tentang pola kematian di Jawa menurut umur2 dalam tahun 1972 (yaitu setahun sesudah sensus nasional yang terakhir) dengan menggunakan cara model life table. Kemudian kami bandingkan angka-angka kematian menurut umur ini dengan data dari negara lain yang memiliki pola kematian yang kurang lebih sama. Selanjutnya kami terapkan pola sebab-sebab kematian menurut kelompok umur dari negara tersebut pada struktur penduduk Jawa. Untuk memperoleh perkiraan yang lebih mendekati kebenaran, kemudian dilakukan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan berbagai laporan yang ada tentang sebab-sebab kematian tertentu di beberapa daerah di Indonesia.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang diduga mendasari penyebab-penyebab kematian tersebut, kami menyarankan beberapa pilihan kebijaksanaan yang dapat ditempuh sebagai pedoman dalam pembangunan sektor kesehatan.3 Kami sampai pada kesimpulan bahwa perhatian yang lebih besar pada bidang gizi pedesaan, immunisasi dan pengobatan sederhana yang diberikan oleh tenaga masyarakat desa, serta tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai bagi penyakit-penyakit yang lebih sulit, secara teoritis dapat mengurangi angka kematian dengan kira-kira 30% dan menambah harapan hidup pada waktu lahir dengan 15 tahun. Hal tersebut dapat dicapai dalam jangka waktu 5 tahun, namun untuk itu diperlukan suatu perubahan dalam alokasi sumber dana serta pandangan yang lebih luas tentang kesehatan yang melibatkan sektor-sektor pembangunan yang lain. Investasi modal secara besar-besaran tidaklah diperlukan.


* Penulis-penulis karangan ini menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Rolf Carriere (Unicef) atas pendapat dan saran-saran yang amat berguna yang dia berikan.

1 Gardiner, “Pengukuran Kesuburan, Kematian dan Pertumbuhan Penduduk” Majalah Demografi, 3(2), 1976 hal. 86-102

2 Kami memilih Jawa sebagai model karena struktur pelayanan kesehatan lebih merata dan homogen dan lebih banyak data yang tersedia dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Bagaimanapun, kesimpulan yang didapat akan berlaku juga secara umum bagi Indonesia keseluruhannya.

3 Pembahasan yang lengkap tentang metodologi, asumsi dan logika yang mendasari tulisan ini dapat dibaca pada: Terence H. Hull & John E. Rohde, “Prospects for Rapid Decline of Mortality Rates in Java.” Working Paper no. 16, Lembaga Kependudukan Universitas Gadjah Mada, 1978.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan