Prisma

Universitas-universitas Indonesia: Generasi Pertama

Universitas adalah sebuah sarana-kunci bagi pembangunan suatu bangsa. Kemajuan manusia dalam segala bidang dibatasi oleh pengetahuan dalam segala bidang dibatasi oleh pengetahuan yang diperoleh dan digunakan secara efektif oleh masyarakat sebagai keseluruhan. Bila terdapat banyak jalan untuk mendapat pengetahuan, maka adaptasi pengetahuan yang diimpor, dan produksi pengetahuan baru merupakan fungsi utama lembaga-lembaga yang berada pada puncak pendidikan—yaitu universitas yang dipunyai suatu bangsa. Universitas-universitas juga memiliki suatu tugas pendidikan, yaitu menyebarluaskan pengetahuan dari tingkat yang lebih tinggi kepada para mahasiswa, yang pada gilirannya, akan mendistribusikan pengetahuan itu ke seluruh sistem pendidikan dan menerapkannya dalam seluruh masyarakat luas. Pengetahuan dan keahlian yang dihubungkan dengan penerapannya, menjadilah raison d’etre universitas. Sumber-sumber intelektuil suatu bangsa yang tak tepermanai ini dapat disimpan dalam berbagai asset fisik (seperti buku dan perpustakaan), dengan risiko bahwa pengetahuan dalam bentuk ini akan segera menjadi usang. Karena itu, sarana-penyimpanan sosial yang paling penting bagi pengetahuan terdiri dari pikiran para sarjana suatu bangsa, yang menjadi sumber-sumber manusia yang paling bermutu, dan batu-sendi bagi perkembangan universitas.

Dalam dunia dewasa ini, pengetahuan yang mengejawantah dalam diri para sarjana dibagi secara luas, sebab sarjana-sarjana puncak yang ada di dunia sekarang adalah sangat mobil dan ide-ide mereka dengan amat cepat dapat ditransmisikan secara internasional. Hanya sedikit negara berusaha menahan arus pengetahuan baru, ke luar maupun ke dalam, sehingga kemungkinan untuk mencapai persediaan pengetahuan internasional adalah lebih besar daripada yang pernah ada dalam sejarah.

Pengalihan pengetahuan secara internasional memang perlu, tetapi itu bukanlah syarat yang mencukupi untuk membangun suatu kerangka intelektuil bagi modernisasi dan pembangunan suatu bangsa. Syarat yang memadai terletak dalam universitas-universitas domestik dengan kader-kader sarjana yang mampu menyerap, membangun di atas, dan menyesuaikan dengan kebutuhan nasional, pengetahuan-terdepan yang berasal dari dalam maupun dari luar. Tak suatu bangsa pun yang dapat mencapai atau bahkan mempertahankan suatu tingkat tinggi dari kemajuan dalam setiap bidang pembangunan manusia tanpa menggabungkan komponen-komponen kesarjanaan, baik internasional maupun domestik. Konsekwensinya adalah bahwa peranan terpenting dari universitas-universitas di negara berkembang adalah pertama, memperluas kemampuan domestik untuk menyerap dan menerapkan persediaan pengetahuan yang ada, dan kedua, perlahan-lahan mengembangkan sarjana peneliti sendiri yang dapat memberi sumbangan kepada basis pengetahuan yang diserap dari sumber-sumber luar.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan