Laju pertumbuhan dan kebutuhan pembiayaan
Dalam setiap pembangunan yang juga mencakup segi kenaikan laju pertumbuhan produksi selalu dibutuhkan dana untuk dapat melaksanakannya. Dana ini tidak lain mencerminkan sebagian dari produksi nasional yang disisihkan atau tidak dikonsumsikan atau berupa sebagian dari sumber-sumber yang disisihkan dari penggunaan untuk memproduksi barang konsumsi sekarang atau barang-barang modal yang selanjutnya digunakan untuk memproduksi barang-barang konsumsi. Bila kita hubungkan sumber-sumber ini dengan pembangunan suatu negara maka kebutuhan sumber pembiayaan ini dapat dibedakan antara sumber dalam negeri dan sumber luar negeri. Dana dalam negeri ini terdiri dari tabungan swasta yaitu perusahaan dan rumah tangga dan tabungan pemerintah yang merupakan surplus anggaran belanja pemerintah. Dalam kerangka sistem perekonomian kita sekarang dan juga selama tahun-tahun mendatang, sebagian besar investasi akan dilakukan oleh pihak swasta dan pemerintah melaksanakan investasi-investasi dalam prasarana. Pemerintah melaksanakan investasi langsung yang menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa hanya bila swasta tidak atau belum dapat melaksanakannya. Investasi langsung dan juga dana pinjaman serta bantuan luar negeri, masih akan dibutuhkan selama beberapa waktu mendatang. Hal itu diperlukan karena dua hal yaitu tidak cukup adanya dana dan/atau belum tersedianya teknologi untuk melaksanakannya. Sektor pertambangan (minyak bumi dan lain-lain), serta sektor-sektor yang padat modal dan menggunakan teknologi yang tinggi, masih akan tetap dilakukan sepenuhnya oleh atau dengan kerjasama modal serta teknologi yang berasal dari sumber luar negeri. Untuk sektor-sektor yang “sangat moderen” dengan teknologi yang tinggi ini hampir tidak mungkin dilakukan substitusi teknik padat modal dengan padat karya. Untuk sektor-sektor yang lain penggantian ini sampai tingkat tertentu dapat dilakukan, namun karena penurunan efisiensi dan kenaikan biaya seringkali tidak dilakukan oleh investor asing atau investasi usaha patungan.
Strategi yang dapat ditempuh dalam hal ini adalah memberikan lebih banyak fasilitas berupa pajak dan lain-lain serta perizinan bagi mereka yang dapat dengan segera melakukan substitusi seperti ini. Namun, demikian perlu diingat bahwa semua ini tergantung pada kesediaan pihak investor asing untuk melaksanakannya. Mengingat potensi permintaan dalam negeri dengan penduduk serta wilayah yang besar, minat serta aliran penanaman modal asing ini masih akan cukup besar dengan pemberian fasilitas-fasilitas bagi para penanam modal asing. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa aliran pemasukan modal baik berupa penanaman modal secara langsung, dengan pengaturan usaha patungan ataupun berupa pinjaman, sedikit banyak akan berkurang dibandingkan dengan selama dua Pelita yang lalu. Hal ini terutama karena makin jenuhnya bidang-bidang atau sektor-sektor yang cukup menguntungkan dan sesuai dengan masuknya sumber pembiayaan luar negeri maupun karena saingan alternatif yang ditawarkan bagi pemasukan dana luar negeri di negara-negara berkembang lainnya. Satu hal yang perlu diingat bahwa dana investasi luar negeri ini sebegitu jauh tidak banyak menyerap tenagakerja. Sektor-sektor usaha yang mereka masuki akan lebih banyak bersifat padat modal.