Prisma

Tingkat Partisipasi Media: Pengaruh dan Prospeknya

Menurut standar UNESCO setiap 100 penduduk sekurang-kurangnya membaca 10 suratkabar, memiliki 5 radio dan 2 TV. Sekalipun standar minimal ini sulit dicapai oleh beberapa negara berkembang, namun suatu rencana penyebaran suratkabar dengan patokan standar tersebut sudah disiapkan di Indonesia. Tetapi kapan standar tersebut dapat tercapai? Menurut Antony Z. Abidin, tidak cukup kuat alasan untuk optimis bahwa sasaran pencapaian standar itu betul-betul bisa tercapai pada masa 6 kali Pelita. Pers daerah yang lemah, situasi politik dan birokrasi, perkembangan perekonomian, penduduk dan tingkat pendidikan masyarakat, semuanya ikut mempengaruhi pertumbuhan pers nasional.

Pendahuluan

Mengetahui tingkat partisipasi media1 suatu masyarakat, penting artinya bagi pengenalan dan pemahaman tingkat kemajuan dan arah perkembangan masyarakat bersangkutan. Menurut Lerner,2 terdapat korelasi yang tinggi antara penyebaran media massa dengan beberapa indikasi kemajuan yang terdapat dalam suatu masyarakat.

Media massa membawa arus penyebaran hasrat hidup baru, yang merupakan kekuatan dinamis bagi modernisasi. Modernisasi Barat memperlihatkan beberapa komponen dalam urutan yang mempunyai relevansi global. Di mana-mana, misalnya, urbanisasi cenderung mengurangi buta huruf; berkurangnya buta huruf cenderung meningkatkan keterbukaan terhadap media massa; meningkatnya keterbukaan terhadap media massa bergandengan pula dengan partisipasi ekonomi (pendapatan perorangan) dan partisipasi politik (pemilihan umum).3 Di Amerika Serikat tahun 1890 total sirkulasi penyebaran koran harian adalah dua suratkabar untuk tiga rumahtangga. Dan kemudian, pada tahun 1919 setiap rumahtangga secara rata-rata memiliki satu suratkabar atau lebih. Di bidang filem, tahun 1922, rata-rata satu seperempat penonton dari setiap rumahtangga tiap minggunya; kemudian tahun 1939, angka itu naik menjadi tiga penonton tiap minggunya. Sedangkan di bidang radio, Pada tahun 1939 perbandingan: satu radio untuk satu rumahtangga sudah mereka capai.

Pemilikan pesawat televisi di Amerika Serikat dan Inggeris berkembang pesat selama periode 1948-1960, dan sejak itu televisi merupakan media komunikasi massa yang dominan di seluruh negara industri maju.4


1 Daniel Lerner memberikan kriteria partisipasi media sebagai: “the frequency with which every person read newspaper, watching movies, and listened to radio broadcasts”, dalam buku Daniel Lerner, The Passing of Traditional Society (New York: The Free Press, 1964), hal. 129.

2 Denis McQuail, Menuju Sosiologi Komunikasi Massa (Cetakan ke-3; New York: Collier Macmillan, 1975), hal. 4.

3 Daniel Lerner, op.cit., hal. 46.

4 Denis McQuail, op.cit., hal. 4.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan