Dr. Colin Mac Andrew dan Drs. Rahardjo M.A. eds. Pemukiman di Asia Tenggara dan Transmigrasi di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1979, 241 halaman.
Secara historis, proses pemukiman yang melibatkan pemindahan orang-orang dari daerah lama yang padat ke daerah-daerah baru telah lama berlangsung di kawasan Asia Tenggara. Akan tetapi proses ini bukan hanya monopoli kawasan ini saja. Sebab, proses tersebut juga terjadi di berbagai daerah lainnya, seperti Afrika, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Asia Selatan.
Ditilik dari sudut teoritis, pemukiman dapat dianggap sebagai gerakan pemindahan manusia dengan sengaja atau tidak. Salah satu gerakan itu, oleh Julius Issact dikelompokkan ke dalam kolonisasi.1 Dalam hal ini, kolonisasi dibagi dua; koloni eksploitasi dan koloni pemukiman. Yang terakhir ini terjadi bila negara yang telah kokoh berdiri, progresif dan berhasrat besar mengirim rombongan negaranya ke luar negeri, biasanya secara resmi untuk bermukim di suatu lokasi tertentu.
Teori tersebut memiliki kaitan erat dengan watak dasar manusia yang senantiasa berusaha mencari tempat-tempat pemukiman baru yang lebih baik. Sehingga, meskipun masyarakat Cina sudah demikian kuat terikat pada ajaran Confucius yang menganggap murtad orang yang meninggalkan tanah tumpah darahnya, tokh tetap juga bergerak meninggalkan daerahnya guna mencari pemukiman baru yang dianggap lebih baik dari daerah asalnya.2
Yang menarik pada proses pemukiman dari berbagai negara adalah bahwa meskipun terdapat keanekaragaman pola-pola pemukiman, tetapi juga terdapat banyak kesamaan masalah pokoknya. Karena itu, tidaklah sia-sia bila kita mempelajari pola-pola pemukiman yang terjadi di luar negeri sebagai cerminan proses pemukiman di Indonesia seperti yang dilakukan oleh para penyusun buku ini.
Arena perbandingan
Buku ini memberikan beberapa contoh proses pemukiman negara-negara Asia Tenggara (dengan tambahan satu negara dari Asia Selatan yaitu Sri Langka) dan kemudian diikuti oleh hasil penelaahan secara mendalam tentang program transmigrasi di Indonesia. Dengan membagi isi buku ini menjadi dua bagian, para penyusun sekaligus ingin menjadikannya sebagai arena perbandingan sebagai proses pemukiman di Asia Tenggara dan Indonesia. Dengan cara ini, diharapkan bisa membuka peluang untuk mengamati tipe-tipe umum dari sifat pemukiman.
Bagian pertama, dibuka oleh Colin Mac Andrew dengan mencoba membuktikan banyaknya persamaan kerangka pemukiman di berbagai negara Asia Tenggara. Di situ dilukiskan, bahwa setiap pemukiman di negara-negara tersebut secara pasti akan melalui tiga tahap perkembangan utama. Tahap pertama adalah periode permulaan pemukiman. Tahap kedua, di mana tempat pemukiman itu dapat memenuhi kebutuhan sendiri, dan selanjutnya periode ketiga, pada saat daerah pemukiman itu dihadapkan pada alternatif;
1 Issact membagi gerakan pemindahan manusia ke dalam empat golongan: invasi, penaklukan, kolonisasi dan migrasi. Lihat Julius Issact, Ekonomi Migrasi, New York, 1933, hal. 19, sebagaimana dikutip dalam Mochtar Na’im: Merantau, Pola Migrasi Suku Minangkabau, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1979), hal. 6.
2 Tentang masalah ini, lihat misalnya W.D. Soekisman, Masalah Cina di Indonesia, C.V. Bangun Indah, 1975.