Memilih lokasi yang tepat agar tidak mengganggu keseimbangan ekologis di daerah tersebut merupakan salah satu masalah penting dalam program transmigrasi. Untuk itu pengetahuan tentang sistem sumberdaya fisik dari daerah yang direncanakan sebagai lokasi transmigrasi, sangatlah penting. Dalam mengejar target, sering hal ini kita abaikan, padahal jelas akan sangat merugikan. Pengetahuan dan keterampilan para transmigran juga perlu disesuaikan dengan sistem sumberdaya fisik di lokasi tersebut. Bedjo Soewardi dan kawan-kawan menganalisa kecocokan beberapa sumberdaya fisik dan permasalahan ekonomi yang berhubungan dengan kebaikan dan kekurangannya untuk dikembangkan menjadi daerah pertanian.
Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian yang lebih besar dan lebih terarah terhadap program transmigrasi sejak Pelita I. Tujuan transmigrasi juga makin luas, bukan lagi sekedar menampung kelebihan penduduk dari daerah padat tetapi lebih ditekankan pada penyediaan tenaga kerja untuk pengembangan kehidupan ekonomi di daerah jarang penduduk terutama melalui usaha pertanian. Di samping itu juga dikaitkan dengan tujuan pembinaan bangsa dan pertahanan keamanan nasional.
Dengan tujuan transmigrasi yang demikian maka perencana sumberdaya dihadapkan tiga persoalan utama untuk menyusun program transmigrasi yang berhasil yaitu kegiatan ekonomi yang akan merupakan basis masing-masing proyek, pemilihan lokasi yang tepat untuk kegiatan ekonomi tersebut, dan latar belakang serta keterampilan dari para transmigran. Ketiganya merupakan persoalan kritis yang harus dipikirkan dengan seksama supaya modal dan tenaga dapat dimanfaatkan dengan tepat dalam mendorong pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan manusia dan menjamin berhasilnya pengembangan sumberdaya.
Pemilihan lokasi yang tepat untuk proyek transmigrasi merupakan langkah yang sangat sulit dalam proses perencanaan proyek. Kemampuan lokasi untuk mendukung kehidupan ekonomi yang mantap dan kecocokan antara sumberdaya di lokasi tersebut dengan pengetahuan dan keterampilan transmigran memiliki hubungan sangat erat yang akan amat menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan pembangunan yang direncanakan. Sangatlah tidak bijaksana untuk memilih tanah gambut untuk persawahan jika ada tanah lain yang lebih cocok, demikian pula konsekuensi pembiayaan akan sangat besar jika menempatkan petani yang biasa bertani di tanah kering menjadi transmigran di tengah-tengah rawa pantai untuk mengembangkan pertanian sawah. Bukanlah sesuatu yang mustahil untuk bertindak semacam itu tetapi masalahnya ialah alangkah baiknya kalau dapat dicarikan pilihan lain yang lebih tepat.
Yang menjadi perhatian utama dalam tulisan ini ialah bagaimana memperbaiki cara pemilihan lokasi untuk transmigrasi yang dapat lebih menjamin keberhasilan pembangunan sosial, ekonomi dan pengembangan sumberdaya fisik. Oleh karena itu dalam tulisan ini, kami mencoba untuk menganalisa kecocokan beberapa sumberdaya fisik dan permasalahan ekonomi yang berhubungan dengan kebaikan dan kekurangannya untuk dikembangkan menjadi daerah pertanian. Hal ini tidak berarti kami mengabaikan perspektif sosialnya tetapi karena kami yakin bahwa tanpa berbuat yang rasional dalam pemilihan lokasi yang tepat untuk transmigrasi, sulit untuk berbicara tentang pengubahan faktor sosial yang dapat menjamin keberhasilan pengembangan dan dipandang dari ukuran sosial dapat dibenarkan.
* Ucapan terimakasih kepada Ir. Suryo Adiwibowo, Ir. Irawati Danukusumo, Kusnandar, dan Ir. Maria Sri Purwanti atas bantuan mereka yang sangat berharga dalam seluruh proses penulisan makalah ini.