Prisma

Sebuah Pengantar Filsafat

Dr. C.A. van Peursen. Orientasi di Alam Filsafat. Alih bahasa Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia, 1980, 261 halaman.

Nama Dr. C.A. van Peursen tidak asing lagi dalam kalangan para pencinta filsafat di Indonesia. Profesor universitas Leiden ini sudah beberapa kali memimpin penataran untuk dosen filsafat seluruh Indonesia pada Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dan pada kesempatan itu memberi ceramah-ceramah juga di tempat-tempat lain. Pada satu-satunya promosi doktor filsafat yang sampai sekarang berlangsung di Indonesia (Universitas Indonesia, 27 Januari 1979), Prof. van Peursen bertindak pula sebagai promotor. Ia sudah cukup menguasai bahasa Indonesia dan tidak segan memberi ceramah dalam bahasa itu, asal didampingi seorang juru bahasa yang dapat membantu jika ditemui kata-kata yang dianggap sulit. Buku-bukunya banyak diterjemahkan dalam bahasa-bahasa lain. Dalam bahasa Indonesia sampai sekarang sudah diterjemahkan: Strategi Kebudayaan. (Yogyakarta-Jakarta: Kanisius-BPK Gunug Mulia, 1976); Itulah Tuhan (Yogyakarta: Kanisius, 1974); Badan, Jiwa, Roh, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1961). Dari Buku terakhir ini sekarang sedang dipersiapkan suatu terjemahan baru.

Orientasi di Alam Filsafat (judul asli: Filosofische Orientatie) adalah buku terakhir Prof. van Peursen yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Penerjemah adalah Dick Hartoko, pemimpin redaksi majalah kebudayaan Basis. Dalam bahasa Belanda buku ini sudah sampai cetakan kelima, berarti untuk bidang filsafat suatu buku yang cukup laris. Buku diberi anak judul “Sebuah pengantar dalam permasalahan filsafat” dan dengan itu maksudnya dijelaskan secara tepat; buku ini merupakan sebuah pengantar filsafat. Buku sedemikian sudah lama ditunggu-tunggu di Indonesia dan sekarang kita boleh bergembira karena akhirnya memiliki suatu pengantar filsafat yang luas, lengkap dan bermutu.

Ada banyak cara untuk memperkenalkan filsafat. Cara yang ditempuh van Peursen dalam bukunya barangkali cara yang paling tepat: ia memperkenalkan filsafat dengan . . . berfilsafat. Buku yang terdiri atas enam belas bab ini membicarakan lima tema besar: pengetahuan, Ada, pandangan dunia, dunia, manusia. Pengarang mulai dengan pengalaman sehari-hari dan memperlihatkan bahwa masalah-masalah filosofis yang sering kali amat rumit dan terasa jauh sekali dari kenyataan kongkrit, sebetulnya tidak berbeda banyak dengan pertanyaan-pertanyaan yang hidup dalam lubuk hati setiap manusia. Berfilsafat bagi van Peursen berarti berdialog: berdialog dengan pengalaman sehari-hari, dengan ilmu pengetahuan, dengan agama-agama besar dan khususnya dengan filsuf-filsuf dari masa silam maupun dewasa ini. Hampir semua pokok pembicaraan yang penting dalam filsafat disinggung dalam buku ini. Kalau kita membandingkan cetakan kelima dalam bahasa aslinya dengan cetakan-cetakan sebelumnya, kita melihat bahwa filsuf-filsuf dan ilmuwan-ilmuwan yang sekarang ini banyak menarik perhatian diikutsertakan juga dalam dialog filosofis dengan pengarang. Dalam cetakan-cetakan yang pertama beberapa nama serupa itu belum muncul. Sebagai contoh dapat disebut: Karl Popper, Michel Foucault, Noam Chomsky, Jean Piaget, Claude Lévi-Strauss (dalam terjemahan ini beberapa kali salah ditulis sebagai Lévy-Strauss). Sehingga buku ini merupakan suatu ensiklopedi kecil yang mencakup seluruh wilayah filsafat, baik sistematis maupun historis. Buku ini dilengkapi lagi dengan sebuah lampiran yang secara singkat sekali membahas garis-garis besar sejarah filsafat dan dengan daftar tema-tema serta daftar nama-nama.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan