Prisma

Gerakan Koreri di Daerah Biak Antara 1938 – 1943*

Gerakan Koreri di Biak, Irian Jaya, merupakan gerakan yang bersifat politis-religius karena menentang kekuasaan asing (Belanda dan Jepang) serta agama Kristen, yang kesemuanya dianggap sebagai penyebab penderitaan masyarakat. Gerakan ini distimulir oleh mitologi Mananarmakeri yang hidup di kalangan rakyat Biak yang senantiasa mengharapkan “masa bahagia abadi” lewat kedatangan “Sang Mesias” yaitu Mananarmakeri. Pada tahap awal, aspek kultural merupakan motif pergerakan ini, yaitu usaha mempertahankan eksitensi kebudayaan asli dari pengaruh kebudayaan asing. Tetapi pada tingkat berikutnya berubah motifnya untuk tujuan-tujuan politik, yaitu menentang kekuasaan asing.

Pendahuluan

Gerakan Koreri yang terjadi di daerah Kepulauan Biak-Numfoor, Irian Jaya diawali dengan peristiwa prolog berikut :

Sekitar tahun 1938, Insernsowek, demikian nama yang dipakai sejak lahir yang kemudian diganti dengan nama baptis, Angganitha, janda dari seorang bapak dan tiga orang anak dari klen Menufandu, kembali kepada sanak keluarganya di pulau Insumbabi setelah beberapa waktu lamanya diasingkan di pulau kecil Aiburanbondi karena menderita penyakit kulit dan beri-beri. Kedatangan kembali Angganitha itu menggemparkan seluruh isi kampungnya, karena bukankah ia yang hinggapi penyakit kulit beri-beri dan disaksikan oleh setiap orang tidak memiliki harapan untuk sembuh lagi? Angganitha yang kembali sekarang ini adalah Angganitha yang sehat dan cantik, bukan Angganitha yang dulu menderita penyakit.

Angganitha kemudian berceritera bahwa ketika di tempat pengasingan ia dikunjungi oleh seseorang yang memberi makan dan mengobatinya sehingga menjadi sembuh. Orang asing itu memberkatinya dan memilihnya untuk menjadi penyiar dan pemimpin dari suatu hidup yang tidak akan ada akhirnya. Melalui dia seluruh negeri dan penduduk Irian akan diperbaharui, dialah yang akan menjadi penunjuk jalan ke Koreri. Berita tentang Angganitha yang pulih dari penderitaan penyakit dan pengalaman yang dialaminya untuk menjadi penyiar, pemimpin dan penunjuk jalan bagi kehidupan abadi atau Koreri segera tersiar ke seluruh pelosok Kepulauan Biak. Tidak lama kemudian berita itu disusul lagi oleh suatu pernyataan dari Angganitha sendiri yang mengatakan bahwa orang asing yang telah menyembuhkan dan memberikan amanat padanya adalah Mananarmakeri, Kayam Sanau atau Kayan Biak, tokoh utama dalam mitologi Biak. Pemberi amanat itu berkata kepadanya:

“Aku telah melihat kelaliman dan penderitaan serta penganiayaan dan semua penindasan terhadap kamu. Aku akan memberikan kedamaian abadi padamu, karena itu kamu akan memakai nama Bin Damai atau Bin Mas ro Judea (Puteri Damai atau Puteri Emas dari Judia). Sekarang Aku mengutus kamu untuk memimpin rakyatmu ke Koreri Agar kehidupan abadi atau Koreri terlaksana maka tidak boleh ada tumpahan darah, karena darah menghalangi jalan ke Koreri, sebab Aku tahu bahwa orangmu adalah orang-orang yang gemar berperang. Dan katakanlah kepada mereka bahwa bendera yang akan dipakai di seluruh Irian adalah bendera yang bercorak tiga yaitu di atas berwarna biru, di tengah berwarna putih dan di bawah berwarna merah melambangkan kesetiaan, kedamaian dan keberanian-atau dari atas akan datang perdamaian atau perang. Aku adalah Kayan Sanau yang datang dari Barat dan yang membangkitkan semua perang di dunia. Janganlah takut, karena orang-orang besar membangkitkan perang tetapi orang-orang yang berbuat benarlah yang akan menaklukan seluruh dunia. Jika, Irian, hak dan benderamu tidak diakui, jika engkau ditindas lagi, maka perang dunia ketiga akan menghancurkan seluruh dunia. Tetapi Aku, Kayan Sanau akan memimpin perang dunia janganlah takut”.


* Data-data yang dipakai untuk penulisan artikel ini terutama diambil dari disertasi F.C. Kamma, De Messiaanse Koreri Bewegingen in het Biaks-Numfoorse Cultuurgebied, The Hague, 1954, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris dengan judul Koreri. Gerakan Mesianik di Daerah Budaya Biak-Numfor; Martinus Nijhoff, Den Haag, 1972.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan