Prisma

Menelaah Kembali Peranan TNI; Refleksi Kesejarahan dan Perspektif Masa Depan

TNI dalam proses sejarahnya tidaklah merupakan kelanjutan dari sejarah militer penjajahan Belanda, dan bukan pula kelanjutan militer pendudukan Jepang. TNI adalah barang baru sama sekali, produk dari tindakan revolusioner untuk memproklamasikan kemerdekaan. Ketika di tahun 1959 kita kembali ke UUD-45, maka peranan TNI bertambah. Namun, menurut Simatupang dengan tercapainya kemampuan dalam pembangunan politik maka volume peranan TNI dapat pula dikurangi secara berencana dan bertahap.

Dengan tetap memperhatikan pengalaman kaum militer umumnya di negara-negara dan pada zaman-zaman yang lain, kita berusaha memahami cita-cita dan nilai-nilai khas yang harus menjadi pedoman kita dalam menelaah dan memproyeksikan peranan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam negara Pancasila yang telah lahir dalam perang dan revolusi dan yang sekarang ini dan di waktu yang akan datang bergumul dengan tantangan dalam era pembangunannya.

Menelaah kembali peranan TNI dalam negara Pancasila di waktu yang lalu dan memproyeksikan peranan itu dalam rangka perspektif masa depan memerlukan kombinasi antara pembahasan yang bersifat obyektif dan rasional dengan komitmen kepada cita-cita dan nilai-nilai yang tercakup dalam perkataan TNI dan Pancasila. Ada baiknya untuk mencatat pada awal karangan ini bahwa saya melihat diri saya sebagai pencinta TNI dan pencinta Pancasila, yang dengannya berarti pencinta kerakyatan atau demokrasi. Apabila dalam pengalaman banyak negara yang membangun peranan kaum militer sering dipertentangkan dengan perkembangan demokrasi, maka yang hendak dikemukakan dalam tulisan ini ialah pandangan, harapan dan keyakinan bahwa peranan TNI dalam negara Pancasila seharusnya berarti ikut mendorong pengalaman semua sila dari Pancasila melalui perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Pengalaman Pancasila itu juga mencakup pengalaman sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Itu berarti bahwa peranan TNI itu seharusnya ikut mendorong pertumbuhan dan pendewasaan kehidupan demokrasi.

Penulis karangan ini termasuk generasi yang umumnya disebut Angkatan 45. Angkatan itu telah memperoleh kesempatan untuk mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan bangsa kita dan untuk meletakkan dasar-dasar yang kokoh/kuat bagi persatuan dan kesatuan bangsa kita. Dengan demikian mereka telah membuktikan secara meyakinkan kebohongan dari dua mitos yang tersebar luas pada zaman penjajahan Belanda, yaitu: pertama, mitos seolah-olah bangsa Indonesia tidak mampu membangun angkatan bersenjata; dan kedua, mitos seolah-olah bangsa Indonesia akan mengalami perpecahan sekiranya pun kepada mereka dihadiahkan kemerdekaan.

Dalam waktu kurang dari satu generasi, bangsa kita telah membangun suatu angkatan bersenjata atau TNI yang ditempa dan didewasakan oleh pengalamannya dalam perang kemerdekaan, revolusi dan pembinaan bangsa (pembangunan bangsa). Dalam waktu kurang dari satu generasi maka dengan Pancasila bangsa kita telah mencapai kemantapan dalam kesatuan dan persatuan nasionalnya yang menurut keyakinan kita tidak dapat lagi digoyahkan oleh siapapun dan oleh apapun juga. Ketika kita mengingat bahwa dalam waktu yang sama di jazirah India telah terjadi proses perpecahan mula-mula menjadi dua dan kemudian menjadi tiga negara, maka kita akan lebih menyadari bahwa pembinaan bangsa atau pembangunan bangsa yang telah berlangsung di Indonesia merupakan satu prestasi historis yang sangat penting.

Dalam menelaah kembali peranan TNI dalam Negara Pancasila, maka dapat kita katakan bahwa TNI telah menjadi pengawal dan pengaman dalam perjalanan bangsa kita selama perang, revolusi dan nation building. Tetapi tidak itu saja. TNI juga menganggap dirinya sebagai partisipan yang sepenuhnya ikut memikul tanggung jawab dalam perjalanan itu. TNI melihat dirinya sebagai pengaman, pengawal serta pengamal Pancasila dan sebagai “anak kandung” revolusi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan