Prisma

Gerakan “Kiri” Di Amerika Latin

Barry Carr and Steve Ellner (eds.), The Latin American Left: From the Fall of Allende to Perestroika, Latin American Perspectives Series, no.11, Westview Press, 1993.

Banyak pengamatan dan analisa dilakukan oleh para pakar internasional, baik dari kalangan akademisi, peneliti maupun dunia jurnalis, mengenai proses-proses menjelang dan saat kejatuhan negara-negara di “Blok Sosialis”, yakni Uni Soviet dan Eropa Timur, serta implikasi dan masa depannya ketika Paska Perang Dingin. Di sini kajian diarahkan kepada persoalan, konflik internal dan kejatuhan partai-partai komunis di masing-masing negara. Sementara itu, pada saat yang relatif bersamaan, nasib gerakan-gerakan “kiri” di negara-negara Barat tampaknya juga tidak jauh berbeda, yakni semakin tidak populer dan terus surutnya perolehan suara partai-partai sosialis dan komunis dalam pemilihan umum. Adalah suatu kenyataan bahwa gema dan aksi gerakan “kiri” dalam komunitas internasional kelihatannya semakin redup dan kehilangan tempat di akhir penghujung abad XX.

Namun demikian, pertanyaan yang muncul kemudian, Bagaimana nasib dan prospek gerakan-gerakan “kiri” dan bercorak lokal di Dunia Ketiga, khususnya di wilayah Amerika Latin? Apakah mereka mengalami nasib yang sering serupa seperti yang dialami “patron-patron” nya di negara-negara “Blok Timur”? Persoalannya, bagi kita, kelihatannya memang belum terlalu banyak tulisan atau penelitian, dalam koleksi kepustakaan di Indonesia, yang berbicara mengenai nasib gerakan-gerakan sosialis atau komunis di wilayah tersebut pada era pasca Perang Dingin.

Buku yang merupakan kumpulan artikel ini, dengan mengangkat 8 negara sebagai studi kasus, menampilkan sepak terjang gerakan-gerakan sosial-politik yang bergaris “kiri” di wilayah Amerika Latin, khususnya dalam 10 tahun terakhir ini. Sebetulnya bagi peminat kajian wilayah Amerika Latin, tulisan-tulisan mengenai radikalisasi buruh, revolusionerisasi petani, perjuangan gerilyawan bersenjata, dan militansi mahasiswa yang diinspirasi-kan oleh ide-ide “kiri” bukanlah dimensi yang baru dalam kepustakaan Amerika Latin. Sebaliknya, bagi mereka yang ingin mengenal secara serius wilayah ini tanpa memasukkan dimensi ini, sudah bisa dipastikan hanya akan melahirkan temuan-temuan yang parsial.

Dua Pendekatan

Secara gampang buku ini bisa dilihat dari dua pendekatan. Pertama, pendekatan topikal (topical-approach) dan kedua, pendekatan kasus-per-kasus (case-by-case approach) atau negara-per-negara (country-by-country approach). Pada pendekatan pertama diungkapkan tema-tema utama seperti masalah ide atau pemikiran “kiri” ala Amerika Latin, kemudian ditampilkan juga antara lain kegagalan strategi gerilyawan pada tahun 1960-an, tantangan yang dihadapi gerakan “kiri” tradisional dengan munculnya gerakan-gerakan sosial baru (the new social movements), atau penekanan reformasi demokrasi di atas perubahan sosial-ekonomi. Selain itu, terdapat analisa mengenai bagaimana kelompok-kelompok “kiri” merespon menurunnya pengaruh AS di wilayah Amerika Latin.

Sedangkan pada pendekatan kedua, disajikan keberadaan, nasib dan perjuangan gerakan-gerakan “kiri” di Amerika Latin seperti Partai Komunis, Partai Sosialis dan peranan Gereja Progesif di Chili, Radikalisme Kiri di Peru, Perjuangan Bersenjata dan Resistensi Popular di El Salvador atau konflik dan kooperatif antara Peronisme dan Komunisme di Argentina. Sudah pasti, kedua pendekatan tersebut akan saling melengkapi dan mendukung pemahaman kita mengenai gerakan-gerakan “kiri” di Amerika Latin.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan