Prisma

Pertumbuhan dan Pemerataan

Analisa Teori dan Bukti Empirik

Masalah pertumbuhan dan soal pemerataan senantiasa menjadi bahan perdebatan yang tidak pernah tuntas. Kedua hal itu sering diperhadapkan satu sama lain. Apakah kedua konsep ini tidak dapat dipadukan dan saling melengkapi? Selain menguraikan kerangka teoritis tentang konsep pertumbuhan dan pemerataan, Munawar Ismail juga menyoroti pengalaman Taiwan yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi diikuti pemerataan. Indonesia pada PJP II ini harus menerapkan strategi tidak langsung untuk menciptakan pemerataan yang lebih baik sekaligus meningkatkan pertumbuhan.

Sudah menjadi tradisi di bidang ekonomi bahwa ilmu ekonomi selalu diwarnai oleh pertentangan. Dalam sejarah pemikiran ekonomi ada saja sekelompok minoritas yang terus bertabrakan dengan kelompok mainstream. Hal seperti ini tidak terkecuali dengan pendapat mereka mengenai kaitan antara pertumbuhan dan pemerataan. Hubungan antara keduanya sampai sekarang masih menjadi kontroversi. Di satu pihak, ada yang berpendapat bahwa pemerataan dan pertumbuhan saling bertentangan, tetapi di pihak lain, ada yang berpendapat sebaliknya. Kelompok yang terakhir ini di dunia internasional termasuk minoritas. Memang jumlah negara yang berhasil memadukan pertumbuhan dan pemerataan tidak banyak. Justru yang banyak adalah negara yang berhasil menciptakan pertumbuhan tinggi tetapi dibarengi dengan ketimpangan yang semakin lebar. Juga tidak sedikit negara yang pertumbuhan ekonominya rendah tetapi diikuti dengan ketimpangan yang terus melebar.

Bila ketimpangan menjadi masalah aktual yang dihadapi oleh Indonesia, makna apa yang bisa diambil dari kontroversi tersebut? Tentu saja jawabannya adalah untuk mengambil pelajaran dari negara yang berhasil dalam mengintegrasikan pemerataan ke dalam pertumbuhan. Namun untuk menghindari kesalahan dalam merumuskan kebijaksanaan di masa datang, tampaknya kita perlu juga mengetahui teori dan sebab-sebab timbulnya kontra-diksi antara pertumbuhan dan pemerataan. Inilah yang menjadi tujuan utama dari tulisan ini. Untuk itu, bagian pertama dari tulisan ini akan membicarakan teori tentang kaitan antara pertumbuhan dan pemerataan serta kenyataannya di negara berkembang dan, pada bagian berikutnya, akan membahas implikasinya bagi kebijaksanaan di Indonesia.

Teori dan Realitanya

Pertumbuhan dan Pemerataan dalam Model Neo-Keynesien

Meskipun banyak teori yang membahas kaitan antara pertumbuhan dan pemerataan, di situ hanya akan dibahas analisa neo-keynesien, yaitu dengan mengawinkan teori pertumbuhan Harrod-Domar dan teori Kaldor tentang distribusi pendapatan.

Teori pertumbuhan Harrod-Domar dipandang sebagai teori pertumbuhan yang seimbang, artinya pertumbuhan yang menjamin adanya full employment dari stok kapital. Secara sederhana formulanya adalah seperti berikut:

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan